Ledakan di Tambang Batu Bara Ilegal India, 18 Orang Tewas

Ledakan di Tambang Batu Bara Ilegal India, 18 Orang Tewas

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Jumat, 06 Feb 2026 04:23 WIB
Ledakan di Tambang Batu Bara Ilegal India, 18 Orang Tewas
Ilustrasi ledakan. (Gemini AI)
Jakarta -

Setidaknya 18 orang tewas setelah sebuah ledakan menghancurkan tambang batu bara ilegal di negara bagian Meghalaya, India timur laut. Sementara sejumlah orang lainnya mengalami luka-luka karena ledakan tersebut.

"Selama operasi penyelamatan, total 18 jenazah telah ditemukan dari lokasi ledakan," kata polisi setempat dalam sebuah pernyataan dilansir AFP, Jumat (6/2/2026).

Delapan orang lainnya terluka, kata Manish Kumar, pejabat tinggi di distrik East Jaintia Hills tempat ledakan terjadi. Tim penyelamat menggali puing-puing di lokasi untuk mencari tahu apakah ada penambang lain yang terjebak di dalam, tetapi operasi dihentikan saat matahari terbenam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kumar mengatakan itu adalah "tambang lubang tikus ilegal" dan bahwa pihak berwenang sedang menunggu personel dari badan manajemen bencana negara bagian dan federal untuk melanjutkan pencarian pada Jumat (6/2) pagi.

ADVERTISEMENT

Tambang lubang tikus adalah lubang vertikal dalam yang digali sebagian besar di lereng bukit yang bercabang menjadi terowongan sempit untuk mencapai dan mengambil batu bara dan mineral lainnya.

Pengadilan lingkungan federal melarang penambangan lubang tikus di Meghalaya pada tahun 2014 setelah masyarakat setempat mengeluh bahwa praktik tersebut mencemari sumber air dan membahayakan nyawa. Namun, praktik ini masih banyak dilakukan di seluruh negara bagian, terutama di East Jaintia Hills.

Kepala polisi distrik Vikash Kumar mengatakan bahwa ledakan itu kemungkinan disebabkan oleh ledakan dinamit, tetapi menambahkan bahwa investigasi forensik lebih lanjut sedang dilakukan.

"Setelah ledakan, terjadi kebakaran. Banyak gas beracun yang terkumpul," kata Vikash Kumar.

Menteri Utama Meghalaya Conrad K. Sangma mengatakan bahwa "penyelidikan komprehensif" telah diperintahkan atas insiden tersebut dan berjanji akan ada pertanggungjawaban.

Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan dia "sedih atas kecelakaan itu". "Belasungkawa kepada mereka yang kehilangan orang yang mereka cintai. Semoga yang terluka segera pulih," katanya dalam sebuah pernyataan di media sosial.

Keluarga para korban meninggal akan menerima kompensasi sebesar 200.000 rupee (2.216 dolar AS), demikian pernyataan tersebut.

Halaman 2 dari 2
(rfs/rfs)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads