NASA Tunda Misi ke Bulan gara-gara Kebocoran

NASA Tunda Misi ke Bulan gara-gara Kebocoran

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 04 Feb 2026 20:01 WIB
NASA Tunda Misi ke Bulan gara-gara Kebocoran
Roket SLS yang akan menerbangkan misi Artemis 2 ke Bulan. (NASA/Jim Ross)
Jakarta -

Badan Antariksa Amerika Serikat (AS) atau NASA menunda peluncuran misi penerbangan berawak ke Bulan. Penundaan dilakukan setelah terjadi kebocoran selama uji coba akhir.

Seperti dilansir AFP, Rabu (4/2), misi terbaru NASA ke Bulan yang diberi nama Artemis 2 ini akan mengirimkan tim yang terdiri atas empat astronaut untuk melakukan penerbangan lintas dekat satelit Bumi tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Misi yang akan berlangsung sekitar 10 hari itu akan menjadi dasar bagi fase Artemis NASA berikutnya, ketika misi berawak dimaksudkan untuk benar-benar mendarat di Bulan.

Presiden AS Donald Trump telah memperjelas bahwa dirinya ingin mengirimkan astronaut kembali ke Bulan segera mungkin, untuk "menegaskan kepemimpinan Amerika di bidang antariksa".

ADVERTISEMENT

Terbaru, NASA mengumumkan penundaan peluncuran misi penerbangan berawak pertama ke Bulan dalam lebih dari 50 tahun terakhir. Penundaan setelah terjadi kebocoran yang disebut oleh NASA sebagai "wet dress rehearsal" atau gladi bersih itu.

A full moon is seen shining over NASA's SLS (Space Launch System) and Orion spacecraft, atop the mobile launcher in the early hours of Sunday, Feb. 1, 2026, at NASA's Kennedy Space Center in Florida. (Sam Lott/NASA via AP)Roket peluncur dan pesawat ruang angkasa Orion terlihat di Kennedy Space Center milik NASA di Florida, AS. (Sam Lott/NASA via AP)

Insiden tersebut memupuskan harapan agar misi mengelilingi Bulan dapat diluncurkan secepatnya pada Minggu (1/2) waktu setempat. Jendela peluncuran berikutnya yang memungkinkan adalah pada 6 Maret mendatang.

Uji coba selama dua hari itu termasuk mengisi roket Space Launch System dengan propelan, hidrogen cair, dan oksigen cair.

Kebocoran Memburuk

Administrator NASA, Jared Isaacman, mengatakan bahwa tim NASA pada awalnya mampu mengatasi beberapa kebocoran hidrogen yang muncul, tetapi akhirnya kebocoran itu semakin memburuk saat simulasi hitung mundur mencapai T-5 menit. Operasi kemudian dihentikan.

"Kami hanya akan meluncurkan ketika kami meyakini kami siap untuk melakukan misi bersejarah ini," tegas Isaacman dalam pernyataannya.

Pejabat-pejabat NASA mengatakan bahwa hidrogen secara khusus tergolong energik, sangat kecil, dan sulit untuk dikendalikan.

Para manajer misi ini mengatakan bahwa mereka sedang menganalisis data yang dikumpulkan dan melakukan perbaikan yang diperlukan menjelang rencana untuk menggelar gladi bersih lainnya. Untuk saat ini, para pejabat NASA mengatakan bahwa perbaikan itu dapat dilakukan di landasan peluncuran Florida.

Tonton juga video "Detik-detik Pesawat NASA Mendarat Darurat karena Kerusakan Mekanis"

Halaman 2 dari 3
(rfs/isa)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads