Otoritas Iran menangkap sedikitnya 139 warga negara asing (WNA) di wilayahnya terkait unjuk rasa antipemerintah yang marak awal tahun ini. Para WNA yang ditangkap itu diduga terlibat dalam aksi penghasutan dan memicu kerusuhan selama aksi protes berlangsung.
Penangkapan para WNA tersebut, seperti dilansir AFP, Selasa (3/2/2026), banyak dilakukan di wilayah Iran bagian tengah,
Kepala Kepolisian di kota Yazd, Ahmad Negahban, seperti dikutip kantor berita Tasnim, mengatakan bahwa mereka yang ditangkap diduga terlibat "dalam mengorganisir, menghasut, dan mengarahkan aksi kerusuhan, dan dalam beberapa kasus berhubungan dengan jaringan di luar negeri".
Baca juga: Kisah Para Demonstran yang Tewas di Iran |
Asal kewarganegaraan dari 139 WNA yang ditangkap itu tidak disebutkan lebih lanjut oleh otoritas Iran.
"Selama peninjauan kasus-kasus yang terkait dengan para perusuh baru-baru ini, ditentukan bahwa 139 orang di antaranya yang ditangkap dalam kerusuhan ini merupakan warga negara asing," ucap Negahban dalam pernyataannya.
Aksi memprotes kenaikan biaya hidup marak di Iran sejak 28 Desember lalu, sebelum meluas menjadi unjuk rasa antipemerintah di berbagai wilayah negara tersebut pada awal tahun ini.
Otoritas Teheran mengakui bahwa lebih dari 3.000 orang tewas selama unjuk rasa yang diwarnai kerusuhan itu berlangsung. Namun mereka bersikeras menyebut sebagian besar orang yang tewas merupakan anggota pasukan keamanan Iran dan para warga sipil yang tidak bersalah, serta mengaitkannya dengan "aksi teroris".
(nvc/ita)