Dokumen Epstein Singgung Bill Gates, Bahas Simulasi Pandemi Sejak 2017

Dokumen Epstein Singgung Bill Gates, Bahas Simulasi Pandemi Sejak 2017

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 03 Feb 2026 14:40 WIB
Dokumen Epstein Singgung Bill Gates, Bahas Simulasi Pandemi Sejak 2017
Bill Gates (dok. Kevin Dietsch/Getty Images)
Washington DC -

Dokumen-dokumen baru terkait pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein yang dirilis otoritas Amerika Serikat (AS) pekan lalu, menggemparkan dunia. Nama-nama tokoh terkemuka dunia disinggung dalam kumpulan berkas sebanyak 3 juta halaman tersebut, salah satunya pendiri Microsoft Bill Gates.

Nama Bill Gates disebut berulang kali dalam email-email Epstein yang diungkap ke publik. Salah satu email tertanggal 3 Maret 2017, seperti dilansir media Turki, Haberler, Selasa (3/2/2026), mengungkapkan serangkaian topik penting, mulai dari simulasi pandemi hingga senjata neuroteknologi terkait keamanan nasional.

Email yang membahas soal simulasi pandemi itu menjadi sorotan, karena pembahasan dilakukan sekitar tiga tahun sebelum pandemi virus Corona (COVID-19) melanda dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Isi email tersebut secara khusus membahas soal detail teknis kolaborasi antara Epstein, yang merupakan pemodal terkemuka AS, dengan Gates dan timnya.

ADVERTISEMENT

Dalam email yang dikirimkan dengan subjek "bgc3 Deliverables and Scope" tersebut, Epstein tampaknya menawarkan proposal di berbagai bidang, mulai dari keamanan nasional hingga kesehatan.

Korespondensi email itu ditujukan secara langsung kepada Gates yang disapa dengan akrab sebagai "Bill". Email itu juga ikut dikirimkan kepada Larry Cohen.

Nama Larry Cohen dikenal sebagai CEO dan mitra pengelola Gates Ventures, perusahaan jasa pribadi milik Gates. Hingga tahun 2018, Gates Ventures disebut sebagai bgC3, yang lebih merupakan lembaga kajian tentang masalah kesehatan dan pembangunan global, serta portofolio investasi teknologi.

Dalam isi email tersebut, disebutkan bahwa pekerjaan sedang dilakukan untuk lima topik utama, yakni simulasi pandemi, senjata neuroteknologi, data kesehatan digital, penyakit kronis dan ilmu otak, dan ekonomi kesehatan.

Topik simulasi pandemi itu menyebutkan soal "rekomendasi tindak lanjut/atau spesifikasi teknis untuk simulasi strain pandemi". Sedangkan topik senjata neuroteknologi menyebutkan soal "buku putih tentang neuroteknologi sebagai senjata dalam intelijen dan pertahanan nasional".

Topik data kesehatan digital membahas soal "rancangan dan/atau rekomendasi untuk sistem digital berbasis 'zero-knowledge proof' guna mengamankan informasi kesehatan pribadi sekaligus memungkinkan akses ke informasi pribadi yang telah disensor secara digital".

Topik penyakit kronis dan ilmu otak membahas soal "rekomendasi tentang neuroteknologi yang berkaitan dengan penyakit kronis/degeneratif". Sementara topik ekonomi kesehatan membahas soal "pengeluaran kesehatan konsumen di AS".

Menurut email tersebut, Epstein menyatakan bahwa setelah pembicaraannya dengan Gates, dia bekerja sama dengan sekelompok ahli yang mencakup nama-nama seperti "Rodger, Mark, Chris, Trevor, dan Geoff" untuk menghasilkan proyek-proyek tersebut.

Pada bagian akhir email, Epstein menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan, dan menyatakan "siap membantu dengan cara apa pun".

Isi email tersebut memicu berbagai spekulasi karena menunjukkan pembahasan soal pandemi jauh sebelum COVID-19 melumpuhkan dunia.

Namun terlepas dari itu, otoritas terkait telah menekankan bahwa dokumen Epstein itu merupakan bagian dari peninjauan yang sedang berlangsung dan mendesak kehati-hatian dalam menafsirkan isinya.

Simak juga Video: Foto Pangeran Andrew & Wanita di Lantai di Berkas Epstein

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads