Pakistan Bunuh 145 Orang Usai Serangan Separatis

Pakistan Bunuh 145 Orang Usai Serangan Separatis

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 02 Feb 2026 13:11 WIB
Pakistan Bunuh 145 Orang Usai Serangan Separatis
Dampak kerusakan parah akibat serangan separatis di Balochistan, Pakistan (REUTERS/Stringer)
Islamabad -

Pasukan keamanan Pakistan menewaskan sedikitnya 145 militan separatis dalam pertempuran selama 40 jam, atau dua hari terakhir, di wilayah Balochistan, yang diselimuti pemberontakan separatis selama beberapa dekade.

Pertempuran tersebut, seperti dilansir Reuters, Senin (2/2/2025), pecah setelah rentetan serangan bersenjata dan serangan bom yang terkoordinasi melanda berbagai wilayah Balochistan hingga menewaskan nyaris 50 orang pada akhir pekan.

Otoritas Provinsi Balochistan menghadapi peningkatan konflik paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir. Kelompok separatis di wilayah yang kaya sumber daya alam, dan berbatasan dengan Iran serta Afghanistan itu, meningkatkan serangan terhadap pasukan keamanan Pakistan, warga sipil dan infrastruktur setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam serangan terkoordinasi pada Sabtu (31/1) waktu setempat, para pelaku serangan, yang berpakaian seperti warga sipil biasa, memasuki sejumlah rumah sakit, sekolah-sekolah, bank, dan pasar setempat sebelum melepas tembakan secara brutal.

ADVERTISEMENT

"Dalam setiap kasus, para penyerang datang dengan berpakaian seperti warga sipil dan secara membabi-buta menargetkan orang-orang biasa yang bekerja di toko-toko," kata Menteri Dalam Negeri junior Pakistan, Talal Chaudhry.

Dia menyebut para militan separatis menggunakan warga sipil sebagai tameng manusia dalam serangannya.

Kelompok separatis terlarang, Tentara Pembebasan Baloch (BLA), mengklaim bertanggung jawab atas serangan mematikan pada akhir pekan tersebut. Mereka mengaku telah melancarkan operasi terkoordinasi yang disebut "Herof" atau "badai hitam", yang menargetkan pasukan keamanan di seluruh wilayah Balochistan.

Para pejabat setempat mengatakan bahwa serangan separatis itu dilancarkan hampir serentak di area Quetta, ibu kota Provinsi Balochistan, juga di Gwadar, Mastung, dan Noshki, dengan para pelaku bersenjata menembaki instalasi keamanan, termasuk markas besar Frontier Corps, berupaya melakukan bom bunuh diri, dan sempat memblokir ruas jalanan.

Dampak dari serangan brutal BLA itu terlihat jelas di Quetta, di mana kendaraan-kendaraan hangus terbakar di salah satu kantor polisi setempat, pintu dipenuhi lubang bekas peluru, dan ruas jalanan ditutupi dengan pita kuning.

Kepala Menteri Balochistan, Sarfraz Bugti, melaporkan bahwa sedikitnya 17 personel penegak hukum dan 31 warga sipil tewas dalam serangan militan separatis itu.

Serangan separatis itu memicu operasi balasan skala besar oleh tentara, polisi dan unit antiterorisme Pakistan. Militer Pakistan mengumumkan bahwa sedikitnya 92 militan tewas dalam pertempuran pada Sabtu (31/1), sedangkan sebanyak 41 militan lainnya tewas dalam operasi pendahuluan pada Jumat (30/1).

"Kami memiliki laporan intelijen bahwa operasi semacam ini sedang direncanakan, dan sebagai hasilnya, kami memulai pra-operasi sehari sebelumnya," kata Bugti.

Sementara itu, kelompok separatis BLA mengklaim para petempurnya telah menewaskan 84 personel pasukan keamanan Pakistan dan menangkap 18 personel lainnya. Klaim ini belum bisa diverifikasi secara independen. Militan Pakistan belum memberikan tanggapan.

Lihat juga Video 'Korban Tewas Kebakaran Mal di Pakistan Menjadi 50 Orang':

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads