Marah! Iran Labeli Militer Eropa Sebagai 'Kelompok Teroris'

Marah! Iran Labeli Militer Eropa Sebagai 'Kelompok Teroris'

Haris Fadhil - detikNews
Minggu, 01 Feb 2026 14:45 WIB
Marah! Iran Labeli Militer Eropa Sebagai Kelompok Teroris
Ilustrasi bendera Iran (Foto: Reuters)
Teheran -

Iran mendeklarasikan tentara negara-negara Eropa sebagai 'kelompok teroris'. Hal itu dilakukan sebagai balasan atas keputusan Uni Eropa untuk menerapkan sebutan yang sama kepada Korps Garda Revolusi Islam.

Dilansir AFP, Minggu (1/2/2026), televisi pemerintah menayangkan anggota parlemen Iran mengenakan seragam hijau Garda sebagai bentuk solidaritas pada sesi legislatif di mana mereka meneriakkan 'Matilah Amerika, Matilah Israel dan Memalukan kalian, Eropa'.

Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan berdasarkan Pasal 7 Undang-Undang tentang Tindakan Balasan Terhadap Deklarasi IRGC sebagai Organisasi Teroris, tentara negara-negara Eropa dianggap sebagai kelompok teroris. Masih belum jelas apa dampak langsung dari keputusan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Undang-undang tersebut pertama kali disahkan pada tahun 2019 ketika Amerika Serikat mengklasifikasikan Garda sebagai organisasi teroris. Sidang Minggu (1/2) diadakan bertepatan dengan peringatan ke-47 kembalinya almarhum Ayatollah Ruhollah Khomeini dari pengasingan yang mendirikan republik Islam pada tahun 1979.

Garda Nasional adalah sayap ideologis militer Iran yang bertugas melindungi revolusi Islam dari ancaman eksternal dan internal. Mereka telah dituduh oleh pemerintah Barat sebagai dalang di balik penindakan terhadap gerakan protes baru-baru ini yang menewaskan ribuan orang.

ADVERTISEMENT

Teheran mengaitkan kekerasan tersebut dengan 'tindakan teroris' yang dipicu oleh Amerika Serikat dan Israel. Pada Kamis lalu, Uni Eropa menyetujui untuk memasukkan badan tersebut sebagai 'organisasi teroris' atas tanggapan terhadap protes tersebut.

Langkah ini sesuai dengan klasifikasi serupa yang diberlakukan oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Australia. Ghalibaf mengatakan keputusan tersebut 'yang dilakukan sesuai dengan perintah presiden Amerika dan para pemimpin rezim Zionis, mempercepat jalan Eropa menuju ketidakrelevanan dalam tatanan dunia masa depan'.

Langkah itu, katanya, justru meningkatkan dukungan domestik untuk Garda Revolusi. Sesi legislatif itu berlangsung ketika Iran dan Amerika Serikat saling melontarkan peringatan dan ancaman tentang potensi aksi militer.

Tanggapan Teheran terhadap protes tersebut mendorong Presiden AS Donald Trump untuk mengancam akan campur tangan, dengan mengirimkan kelompok kapal induk ke wilayah tersebut. Namun, dalam beberapa hari terakhir, kedua pihak bersikeras bahwa mereka tetap bersedia untuk berdialog.

Trump juga mengkonfirmasi dialog sedang berlangsung. Namun, dia tidak menarik kembali ancaman sebelumnya.


Simak juga Video Iran Pamer Kekuatan Militer di Tengah Ancaman AS

Halaman 2 dari 2
(haf/imk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads