Seorang pejabat senior dari gerakan perlawanan Hizbullah di Lebanon, mengingatkan Amerika Serikat agar tidak melakukan tindakan agresi apa pun terhadap Iran. Dia menekankan bahwa aksi militer semacam itu dapat memicu konflik regional yang meluas.
Dilansir media Iran, Press TV, Kamis (29/1/2026), Nawaf al-Moussawi, Kepala bidang Perbatasan dan Sumber Daya di Hizbullah, mengatakan pada hari Rabu (28/1) malam waktu setempat, bahwa setiap potensi tindakan militer AS dapat berasal dari kesalahan perhitungan. Dia memperingatkan bahwa hal itu akan "memicu letusan gunung berapi di kawasan tersebut."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya retorika Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang baru-baru ini mengancam akan melakukan agresi militer terhadap Iran. Washington baru saja mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln dan kapal-kapal pendampingnya ke Asia Barat dekat Iran.
Moussawi mengatakan bahwa Trump menginginkan kesepakatan dengan Iran atau jika tidak, ia akan berupaya menjatuhkan rezim Iran.
Pejabat tinggi Hizbullah itu mengatakan bahwa meskipun Washington dapat melancarkan tindakan permusuhan terhadap Iran, serangan semacam itu tidak akan cukup untuk menjatuhkan rezim pemerintah Iran.
Ketika ditanya tentang kemungkinan keterlibatan Hizbullah jika terjadi serangan AS terhadap Iran, Moussawi menjawab, "Kita akan membahasnya nanti."
Simak juga Video: Trump Sebut Armada AS Menuju Iran: Saya Harap Mereka Buat Kesepakatan











































