Situasi di Timur Tengah memanas setelah Amerika Serikat (AS) mengirimkan kapal induk di Timur Tengah. Pihak Iran menegaskan bakal menanggapi secara tegas apapun aksi militer AS.
Dilansir Al-Jazeera, Selasa (27/1/2026), Hamidreza Hajibabaei, Wakil Ketua Parlemen Iran, memperingatkan bahwa negaranya akan memberikan "tanggapan tegas" jika Amerika Serikat melancarkan serangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu ia sampaikan pertemuan dengan kepala delegasi parlemen Indonesia di sela-sela sebuah acara di Bahrain. Hajibabaei menuduh Presiden Trump merusak norma-norma internasional untuk membenarkan agresi militer dan eksploitasi sumber daya.
"Republik Islam tidak pernah dan tidak akan pernah memulai ancaman, ketegangan, atau konfrontasi. Namun, setiap tindakan agresi langsung atau tidak langsung akan ditanggapi dengan tanggapan tegas, segera, dan proporsional berdasarkan hak-hak yang tidak dapat dicabut dari negara kami dan sesuai dengan Pasal 51 Piagam PBB," kata dia dikutip Press TV.
"Presiden AS bahkan mengabaikan kepentingan sekutu AS," tambah Hajibabaei.
Ia juga menekankan tidak ada negara, sebesar apapun, yang kebal atas intimidasi. Ia menuding ada upaya terorganisir yang dilakukan AS untuk melemahkan organisasi internasional.
"Tidak ada negara, terlepas dari ukuran, kekuatan, atau sejarah hubungannya dengan Amerika Serikat - yang kebal terhadap tuntutan, tekanan, dan intimidasi berlebihan, yang dilakukannya," katanya.
"Dalam konteks ini, kita menyaksikan upaya yang terarah dan terorganisir untuk melemahkan, mendiskreditkan, dan bahkan melumpuhkan lembaga dan organisasi internasional," lanjutnya.
Sebelumnya diberitakan, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan "armada besar" telah dikerahkan ke dekat Iran, setelah militer AS mengumumkan kapal induk USS Abraham Lincoln, beserta kelompok tempurnya, telah tiba di kawasan Timur Tengah.
Trump bahkan menyebut pengerahan itu lebih besar dari pengerahan aset militer AS ke sekitar Venezuela beberapa waktu lalu, yang berujung penggulingan dan penangkapan Presiden Nicolas Maduro.
"Kita memiliki armada besar di dekat Iran. Lebih besar dari Venezuela," kata Trump dalam wawancara dengan media Axios, seperti dilansir The Times of Israel dan TASS, Selasa (27/1).
Simak juga Video Trump Woro-woro soal Armada Besar, Iran Tak Gentar











































