Badai Musim Dingin Landa AS, 14.000 Penerbangan Dibatalkan

Badai Musim Dingin Landa AS, 14.000 Penerbangan Dibatalkan

Yulida Medistiara - detikNews
Minggu, 25 Jan 2026 17:24 WIB
A passenger walks through the check-in area of Ronald Reagan National Airport in Washington, DC, on January 24, 2026. A massive winter storm on Saturday dumped snow and freezing rain on New Mexico and Texas as it swept across the United States towards the northeast, threatening tens of millions of Americans with blackouts, transportation chaos and bone-chilling cold. Shoppers stripped supermarket shelves as the National Weather Service (NWS) forecast huge snowfall in some areas and possibly
Seorang penumpang berjalan melalui area check-in Bandara Nasional Ronald Reagan di Washington, DC, pada 24 Januari 2026. (Foto: AFP/ALEX WROBLEWSKI)
Jakarta -

Badai musim dingin dahsyat melanda sebagian besar Amerika Serikat kini menuju ke wilayah timur laut. Badai musim dingin ini mengakibatkan 14.000 penerbangan dibatalkan, pemadaman listrik hingga kekacauan transportasi.

Usai menghantam wilayah barat daya dan tengah negara, badai mulai menghantam negara bagian Atlantik tengah dan timur laut yang padat penduduknya dengan salju dan hujan beku saat massa udara dingin menetap di seluruh negeri.

"Dampak salju/hujan es akan bertahan hingga minggu depan dengan beberapa kali pembekuan ulang yang membuat permukaan tetap licin dan berbahaya untuk dilalui kendaraan maupun pejalan kaki dalam waktu dekat," kata Badan Layanan Cuaca Nasional (NWS), dilansir AFP, Minggu (25/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hujan salju dilaporkan di seluruh Amerika Serikat bagian tengah, termasuk Kansas, Oklahoma, dan Missouri, di mana beberapa tempat telah mencatat delapan inci (20 sentimeter) salju di tanah pada Sabtu malam, kata NWS.

ADVERTISEMENT

Para pembeli mengosongkan rak-rak supermarket karena badan prakiraan cuaca memperkirakan hujan salju lebat di beberapa daerah dan kemungkinan penumpukan es yang "bencana".


240 Juta Warga AS Terdampak

Menteri Transportasi Sean Duffy memperingatkan bahwa hingga 240 juta warga Amerika dapat terdampak badai tersebut.

Setidaknya 20 negara bagian dan ibu kota AS, Washington, telah menyatakan keadaan darurat.

"Anggap badai ini serius, kawan-kawan," kata NWS di X, memperkirakan "hamparan salju yang sangat panjang" dari Colorado hingga Maine.

Sekitar 14.000 penerbangan masuk dan keluar Amerika Serikat telah dibatalkan selama akhir pekan, dengan ribuan lainnya tertunda, menurut pelacak FlightAware.

Sementara itu, di Dallas, yang biasanya memiliki suhu yang sejuk di bulan Januari, hujan es mengguyur kota Texas tersebut dan suhu turun hingga 21F (-6C).

Pemadaman Listrik

Sejumlah pejabat negara bagian telah berjanji mengenai jaringan listrik Texas dalam kondisi lebih baik daripada lima tahun lalu, namun jaringan tersebut gagal selama badai musim dingin dan menyebabkan jutaan orang tanpa listrik.

Lebih dari 180.000 pelanggan di AS mengalami pemadaman listrik hingga Minggu pagi, menurut situs pelacak poweroutage.us. Sekitar 45.000 dilaporkan di Texas dan sekitar 67.000 di negara bagian tetangganya, Louisiana.

Kepala Departemen Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem mendesak warga Amerika yang terdampak cuaca untuk "bersikap bijak, tetap di rumah jika memungkinkan.

"Jaga anggota keluarga Anda, periksa tetangga Anda, dan terus bekerja sama dengan pejabat setempat," kata Noem saat berbicara di markas besar Badan Manajemen Darurat Federal AS (FEMA) di Washington.

Sementara Presiden AS Donald Trump, yang sedang berada di Gedung Putih selama badai, mengatakan terus memantau badai musim dingin tersebut di semua negara bagian. Ia meminta semua arga tetap aman.

"Kami akan terus memantau, dan tetap berhubungan dengan semua negara bagian yang berada di jalur badai ini. Tetap aman, dan tetap hangat!," ujarnya di platform Truth Social miliknya.

Lihat juga Video: Badai Salju Picu Tabrakan Beruntun 100 Kendaraan di AS

(yld/gbr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini