5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 24 Jan 2026 18:40 WIB
5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: pool/Getty Image)
Jakarta -

Pemerintah Inggris menanggapi dengan geram komentar Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa tentara NATO tidak bertempur di garis depan di Afghanistan.

Dalam sebuah wawancara dengan Fox News yang ditayangkan pada hari Kamis lalu, Trump tampaknya tidak menyadari bahwa 457 tentara Inggris tewas dalam pertempuran di Afghanistan setelah serangan teror 11 September di Amerika Serikat.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (24/1/2026):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

- Khawatir Pembalasan Trump, Meksiko Kaji Setop Kirim Minyak ke Kuba

Pemerintah Meksiko sedang mempertimbangkan untuk berhenti mengirim minyak ke Kuba di tengah meningkatnya kekhawatiran, bahwa Meksiko bisa menghadapi pembalasan dari Amerika Serikat atas kebijakan tersebut.

ADVERTISEMENT

Blokade AS terhadap kapal-kapal tanker minyak di Venezuela pada bulan Desember lalu, dan penangkapan dramatis Presiden Nicolas Maduro bulan ini, telah menghentikan pengiriman minyak Venezuela ke Kuba. Hal ini menjadikan Meksiko sebagai pemasok tunggal terbesar ke Kuba yang menderita kekurangan energi dan pemadaman listrik massal. Peran penting Meksiko dalam mengirim minyak ke Kuba juga telah menempatkan negara tetangga selatan AS itu dalam sasaran Washington.

- Pilu Bocah 12 Tahun Tewas Digigit Hiu

Seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun yang digigit seekor ikan hiu di Pelabuhan Sydney, Australia, telah meninggal dunia akibat luka-lukanya.

Orang tua Nico Antic mengatakan putra mereka meninggal dunia akibat luka-luka yang diderita ketika seekor hiu besar menyerangnya pekan lalu, saat ia dan teman-temannya melompat ke air.

"Kami sangat sedih untuk menyampaikan bahwa putra kami, Nico, telah meninggal dunia," kata Lorena dan Juan Antic dalam sebuah pernyataan, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (24/1/2026).

- Terungkap, Militer AS Akan Batasi Dukungan ke Sekutu

Militer Amerika Serikat kini akan memprioritaskan perlindungan tanah air dan pencegahan pengaruh China, sambil memberikan dukungan yang "lebih terbatas" kepada sekutu di Eropa dan tempat-tempat lainnya. Demikian terungkap menurut dokumen strategi baru Pentagon yang dirilis pada hari Jumat (23/1) waktu setempat.

Strategi Pertahanan Nasional (NDS) 2026 tersebut menandai perubahan signifikan dari kebijakan Pentagon sebelumnya, baik dalam penekanannya pada sekutu, maupun nada yang lebih lunak terhadap musuh-musuh lama China dan Rusia.

"Saat pasukan AS fokus pada pertahanan tanah air dan Indo-Pasifik, sekutu dan mitra kita di tempat lain akan mengambil tanggung jawab utama untuk pertahanan mereka sendiri dengan dukungan penting tetapi lebih terbatas dari pasukan Amerika," demikian menurut dokumen strategi Pentagon tersebut, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (24/1/2026).

- Sangat Tak Biasa, AS Deportasi 8 Warga Palestina dengan Jet Pribadi

Otoritas Amerika Serikat mendeportasi delapan warga Palestina ke Tepi Barat dengan menggunakan jet pribadi. Sebuah operasi yang oleh para pejabat keamanan disebut sebagai operasi yang "sangat tidak biasa."

Dilansir media Israel, Haaretz, Sabtu (24/1/2026), kedelapan orang tersebut, yang identitasnya masih dirahasiakan, dilaporkan tiba di Israel pada hari Rabu lalu dengan jet Gulfstream IV yang diduga disewa oleh otoritas AS. Pesawat tersebut diyakini milik seorang pengusaha Israel-Amerika yang memiliki hubungan dekat dengan Presiden AS Donald Trump, termasuk usaha patungan di bidang properti.

Tidak seperti protokol deportasi standar, yang biasanya melibatkan penerbangan komersial, kasus ini melibatkan koordinasi langsung antara otoritas AS dan Israel.

- Inggris Marah Gegara Komentar Trump soal Tentara NATO di Afghanistan

Pemerintah Inggris menanggapi dengan geram komentar Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa tentara NATO tidak bertempur di garis depan di Afghanistan.

Dalam sebuah wawancara dengan Fox News yang ditayangkan pada hari Kamis lalu, Trump tampaknya tidak menyadari bahwa 457 tentara Inggris tewas dalam pertempuran di Afghanistan setelah serangan teror 11 September di Amerika Serikat.

"Mereka akan mengatakan mereka mengirim beberapa pasukan ke Afghanistan," kata Trump kepada media AS tersebut, dilansir kantor berita AFP, Sabtu (24/1/2026).

Tonton juga Video Terpopuler Sepekan: Pelatih Baru Timnas Indonesia-Rizieq Sentil Pandji

Halaman 3 dari 2
(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads