Ukraina Tuding Rusia Tak Minat Dialog, Justru Genjot Produksi Drone

Ukraina Tuding Rusia Tak Minat Dialog, Justru Genjot Produksi Drone

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 19 Jan 2026 15:52 WIB
Ukraina Tuding Rusia Tak Minat Dialog, Justru Genjot Produksi Drone
Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina, Jenderal Oleksandr Syrskyi (dok. Reuters)
Kyiv -

Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina, Jenderal Oleksandr Syrskyi, menuding Rusia tak berminat pada perundingan untuk mencapai kesepakatan damai. Syrskyi mengatakan bahwa Moskow justru berencana meningkatkan produksi senjata secara besar-besaran.

Peningkatan produksi senjata oleh Rusia tersebut, menurut Syrskyi dalam wawancara dengan media online Ukraina, lb.ua, seperti dilansir Reuters, Senin (19/1/2026), mencakup target 1.000 drone per hari.

"Sebaliknya, kita melihat peningkatan intensitas aksi-aksi militer, peningkatan jumlah kelompok musuh yang ofensif, peningkatan produksi senjata tempur, rudal-rudal, dan drone," kata Syrskyi dalam wawancara yang dipublikasikan pada Minggu (18/1) waktu setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini, musuh memproduksi 404 unit 'Shahed' (drone rancangan Iran-red) berbagai jenis setiap hari. dan rencananya adalah untuk meningkatkan produksi tersebut. Musuh berencana untuk meningkatkan produksi secara signifikan, hingga 1.000 drone per hari," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Militer Ukraina, sebut Syrskyi, harus melakukan "segala upaya untuk menggagalkan rencana-rencana ini dan memicu kerugian sehingga musuh membatalkan rencananya, dan juga untuk menciptakan kondisi agar dapat menggelar pembicaraan".

"Tidak ada yang akan membuat kesepakatan dengan pihak yang lemah," tegasnya.

Lebih lanjut, Syrskyi memuji taktik "serangan mendalam" yang digunakan militer Ukraina, yang dia gambarkan sebagai "kekuatan utama kita". Taktik tersebut telah menghasilkan serangan terhadap 719 target dan menyebabkan kerugian sebesar US$ 15 miliar, terutama pada industri minyak Rusia.

Ukraina telah dengan cepat mengembangkan kapasitasnya untuk memproduksi drone sejak Rusia melancarkan invasi militer skala besar pada Februari 2022.

Pasukan militer Moskow kini menguasai sekitar 20 persen wilayah Ukraina dan mencapai kemajuan yang cenderung lambat melalui Ukraina bagian timur, mengumumkan penaklukan desa-desa terbaru beberapa kali dalam seminggu.

Para pemimpin militer telah menekankan pentingnya mengembangkan "drone pencegat" sebagai cara yang paling efisien dan ekonomis untuk menghadapi serangan-serangan drone Rusia, daripada menggunakan rudal.

Syrskyi mengakui bahwa Rusia memiliki kemungkinan untuk mengerahkan jumlah drone yang lebih besar. Namun dia juga menyebut bahwa pengerahan drone Ukraina telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

"Saya dapat mengatakan hal ini: Kita memiliki angka yang jauh lebih baik dalam hal ini daripada, katakanlah, tujuh bulan yang lalu," ucapnya.

Tonton juga video "WHO: Ada 9 Serangan ke Faskes Ukraina di Awal 2026"

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini