Rusia menyebut situasi terkini di sekitar Greenland sebagai situasi yang "sangat kontroversial", saat ambisi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menguasai pulau strategis di kawasan Arktik itu mendorong negara-negara Eropa untuk mengerahkan pasukan ke wilayah otonomi Denmark tersebut.
Kremlin, atau kantor kepresidenan Rusia, dalam pernyataannya, seperti dilansir kantor berita Anadolu Agency, Sabtu (17/1/2026), mengakui status hukum Greenland sebagai bagian dari Denmark.
"Kami berangkat dari pemahaman bahwa Greenland adalah wilayah Kerajaan Denmark," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, kepada wartawan dalam konferensi pers pada Jumat (16/1) waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peskov menambahkan bahwa Moskow terus memantau situasi di sekitar Greenland. Dia menekankan bahwa pernyataan telah dibuat oleh Denmark dan Greenland yang menyangkal niat untuk menjual pulau tersebut kepada siapa pun.
Di sisi lain, sebut Peskov, Rusia juga telah mendengar pernyataan dari otoritas AS yang merumuskan "penawaran moneter untuk mengakuisisi Greenland dalam satu bentuk atau lainnya".
Dalam pernyataannya, Peskov juga menggambarkan situasi di sekitar Greenland sebagai situasi "tidak biasa" atau bahkan situasi "luar biasa, dari perspektif hukum internasional".
"Situasinya berkembang ke arah yang berbeda, dan kita, bersama-sama dengan seluruh dunia, akan mengamati ke arah mana situasi itu akan bergerak," ucapnya.
Beberapa waktu terakhir, Trump berulang kali melontarkan tekadnya untuk mengambil alih Greenland. Dia bahkan mengancam akan mewujudkan ambisinya sejak lama itu dengan cara militer, jika diperlukan.
Trump mengklaim AS membutuhkan Greenland yang kaya mineral dan lokasinya yang strategis, demi keamanan nasional. Dia juga menuduh Denmark tidak melakukan cukup banyak hal untuk memastikan keamanan pulau itu dari Rusia dan China, yang disebutnya meningkatkan aktivitas di sekitar pulau tersebut.
Denmark dan Greenland telah menolak proposal untuk menjual wilayah tersebut, dengan menegaskan kembali kedaulatan Denmark atas pulau itu.
Penolakan juga disampaikan oleh negara-negara Eropa yang menyatakan dukungan untuk Denmark dan Greenland. Baru-baru ini, Inggris, Finlandia, Prancis, Jerman, Belanda, Norwegia, dan Swedia mengumumkan pengerahan sejumlah kecil personel militer untuk mempersiapkan latihan di Arktik di masa mendatang.
Kementerian Luar Negeri Rusia, pada Kamis (15/1) waktu setempat, mengatakan bahwa mereka akan terus memperkuat kemampuan pertahanan di kawasan Arktik, sebagai respons terhadap ancaman terkait situasi di sekitar Greenland.
Dikatakan juga oleh Kementerian Luar Negeri Rusia bahwa pihaknya menganggap referensi tentang "aktivitas Rusia dan China" di sekitar Greenland sebagai alasan eskalasi saat ini, sebagai tuduhan yang "tidak dapat diterima".
Lihat juga Video: Makin Panas! Kini Giliran Jerman Kirim Tentara ke Greenland











































