Iran Tegaskan Tak Ingin Berperang, Tapi Siap untuk Perang!

Iran Tegaskan Tak Ingin Berperang, Tapi Siap untuk Perang!

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 12 Jan 2026 16:26 WIB
Iran Tegaskan Tak Ingin Berperang, Tapi Siap untuk Perang!
Menlu Iran Abbas Araghchi (dok. Reuters)
Teheran -

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, menegaskan negaranya tidak ingin berperang, namun sepenuhnya siap untuk perang. Araghchi juga mengatakan bahwa Teheran siap untuk negosiasi.

Pernyataan ini disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan bahwa kepemimpinan Iran menghubungi dirinya untuk melakukan "negosiasi", setelah dia berulang kali mengancam akan melakukan intervensi militer jika Iran membunuh para demonstran saat unjuk rasa marak.

"Republik Islam Iran tidak mencari perang, tetapi sepenuhnya siap untuk perang," kata Araghchi saat berbicara dalam konferensi para Duta Besar asing di Teheran, yang disiarkan televisi pemerintah Iran, seperti dilansir AFP, Senin (12/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami juga siap untuk negosiasi, tetapi negosiasi ini harus adil, dengan hak yang sama dan berdasarkan rasa saling menghormati," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Trump sebelumnya mengatakan bahwa Iran mengindikasikan kesediaannya untuk berdialog, saat laporan muncul tentang meningkatnya jumlah korban tewas dalam aksi protes yang mengguncang negara Syiah tersebut.

"Para pemimpin Iran menelepon kemarin," kata Trump kepada wartawan di atas pesawat kepresidenan Air Force Ono pada Minggu (11/1) waktu setempat. Dia menambahkan bahwa "pertemuan sedang diatur... Mereka ingin bernegosiasi," ujarnya.

Namun, Trump menambahkan bahwa "kita mungkin harus bertindak sebelum pertemuan."

Pernyataan Trump itu disampaikan saat Iran dilanda unjuk rasa besar-besaran, yang diwarnai kekerasan mematikan. Aksi protes itu awalnya dipicu kemarahan rakyat atas kenaikan biaya hidup, tetapi berkembang menjadi gerakan lebih luas yang menantang pemerintah teokratis yang berkuasa sejak revolusi tahun 1979 silam.

Data terbaru dari kelompok aktivis melaporkan jumlah korban tewas akibat penindakan terhadap protes nasional di Iran telah melonjak menjadi sedikitnya 544 orang. Jumlah korban tewas itu terdiri atas 496 demonstran dan 48 anggota pasukan keamanan Iran.

Laporan Human Rights Activists News Agency (HRANA), lembaga HAM yang berbasis di AS, menyebut lebih dari 10.600 orang telah ditahan selama unjuk rasa berlangsung di berbagai kota di Iran.

Beberapa waktu terakhir, Trump berulang kali mengancam akan melakukan intervensi terhadap situasi unjuk rasa yang diwarnai kerusuhan di Iran. Trump memperingatkan penguasa Iran agar tidak menggunakan tindak kekerasan terhadap para demonstran.

Pada Sabtu (10/1) waktu setempat, Trump mengatakan bahwa AS dalam posisi "siap membantu".


Simak juga Video: Alasan Iran Masih Ogah Kerja Sama dengan AS

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads