Trump Niat Beri Rp 1,6 M untuk Bujuk Warga Greenland Gabung AS

Trump Niat Beri Rp 1,6 M untuk Bujuk Warga Greenland Gabung AS

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 09 Jan 2026 12:25 WIB
Trump Niat Beri Rp 1,6 M untuk Bujuk Warga Greenland Gabung AS
Greenland yang ingin dikuasai Trump (dok. Getty Images/iStockphoto/icarmen13)
Washington DC -

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sedang membahas opsi mengirimkan pembayaran, jumlahnya bisa mencapai US$ 100.000 (Rp 1,6 miliar), untuk setiap warga Greenland, sebagai upaya membujuk mereka agar bersedia memisahkan diri dari Denmark dan bergabung dengan AS.

Pembahasan tersebut, seperti dilansir Reuters, Jumat (9/1/2026), diungkapkan oleh empat sumber yang memahami persoalan itu saat berbicara kepada Reuters.

Meskipun angka pasti dan logistik pembayaran, termasuk kapan dan bagaimana akan dibayarkan, belum diketahui secara jelas, namun menurut dua sumber di antaranya, sejumlah pejabat AS, termasuk para pejabat Gedung Putih, telah membahas angka mulai dari US$ 10.000 (Rp 168,3 juta) hingga US$ 100.000 (Rp 1,6 miliar) per orang. Uang tersebut akan dibayarkan sekaligus dalam jumlah besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Greenland, yang merupakan wilayah otonomi Kerajaan Denmark, memiliki penduduk berjumlah 57.000 jiwa. Jika dihitung, dengan pembayaran sebesar US$ 100.000 (Rp 1,6 miliar) per orang, maka AS akan membayarkan total hampir US$ 6 miliar (Rp 101 triliun) kepada seluruh penduduk Greenland.

ADVERTISEMENT

Gagasan membayar langsung kepada penduduk Greenland itu mengungkapkan salah satu penjelasan soal bagaimana AS mungkin berupaya untuk "membeli" pulau yang letaknya strategis di kawasan Arktik tersebut. Meskipun otoritas Denmark dan Greenland sendiri bersikeras menyatakan pulau tersebut tidak untuk dijual.

Taktik ini termasuk di antara berbagai rencana yang sedang dibahas Gedung Putih untuk mengakuisisi Greenland, termasuk potensi penggunaan militer AS.

Namun, hal tersebut berisiko terkesan terlalu transaksional, bahkan merendahkan penduduk yang telah sejak lama memperdebatkan kemerdekaan mereka sendiri dan ketergantungan ekonomi mereka pada Denmark.

"Cukup sudah... Tidak ada lagi fantasi tentang aneksasi," tegas Perdana Menteri (PM) Greenland, Jens-Frederik Nielsen, dalam pernyataan via Facebook pada Minggu (4/1) setelah Trump kembali menegaskan AS perlu mengakuisisi Greenland.

Trump sejak lama berargumen bahwa AS perlu menguasai Greenland karena beberapa alasan, termasuk kekayaan mineralnya yang diperlukan untuk aplikasi militer canggih. Dia juga mengatakan bahwa kawasan Belahan Bumi Barat secara luas perlu berada di bawah pengaruh geopolitik Washington.

Walaupun pembahasan internal soal cara-cara merebut Greenland sudah berlangsung di kalangan ajudan Trump sejak sebelum dia menjabat periode kedua, urgensi tersebut kembali meningkat setelah AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam operasi militer yang berani pada 3 Januari lalu.

Salah satu sumber yang dikutip Reuters mengungkapkan bahwa para ajudan Gedung Putih sangat ingin melanjutkan momentum dari operasi Maduro untuk mencapai tujuan geopolitik Trump lainnya yang diidamkan sejak lama.

Namun demikian, terlepas dari itu, jajak pendapat menunjukkan bahwa sebagian besar warga Greenland, meskipun terbuka untuk memisahkan diri dari Denmark, tidak ingin menjadi bagian dari AS.

Simak juga Video: Dibeli atau Diserang, Dua Pilihan Amerika untuk Greenland?

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads