Terungkap, Pemimpin Separatis Yaman Kabur ke Uni Emirat Arab

Terungkap, Pemimpin Separatis Yaman Kabur ke Uni Emirat Arab

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 08 Jan 2026 16:33 WIB
Terungkap, Pemimpin Separatis Yaman Kabur ke Uni Emirat Arab
Pemimpin Dewan Transisi Selatan (STC), Aidaros Alzubidi (dok. AP Photo/Ted Shaffrey)
Sanaa -

Pemimpin separatis Yaman, Aidaros Alzubidi, telah melarikan diri ke Uni Emirat Arab (UEA), setelah dilaporkan absen dalam perundingan di Riyadh, Arab Saudi. Kaburnya Alzubidi ke UEA itu terjadi setelah kelompok separatis yang dipimpinnya berupaya merebut sebagian besar wilayah Yaman.

Alzubidi dituduh melakukan pengkhianatan tingkat tinggi dan dikeluarkan dari Dewan Kepemimpinan Kepresidenan Yaman pada Rabu (7/1) waktu setempat. Koalisi pimpinan Saudi membombardir provinsi asal Alzubidi di Yaman setelah dia gagal menghadiri pembicaraan di Riyadh pekan ini.

Perjalanan Alzubidi kabur ke UEA, seperti dilansir AFP, Kamis (8/1/2026), diungkapkan oleh koalisi pimpinan Saudi dalam pernyataan terbarunya. Disebutkan bahwa Alzubidi kabur dengan menggunakan kapal dan pesawat dari Aden di Yaman menuju ke Abu Dhabi di UEA, melalui Somaliland dan Somalia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Intelijen yang dapat diandalkan menunjukkan bahwa Aidaros Alzubidi dan beberapa orang lainnya telah melarikan diri pada tengah malam," sebut koalisi pimpinan Saudi dalam pernyataan pada Kamis (8/1) waktu setempat.

ADVERTISEMENT

Keterangan koalisi pimpinan Saudi menyebutkan bahwa Alzubidi, yang merupakan pemimpin Dewan Transisi Selatan (STC) yang didukung UEA, berlayar dari Aden ke Berbera di Somaliland, wilayah yang memisahkan diri di Tanduk Afrika, setelah tengah malam pada Rabu (7/1) waktu setempat.

Menurut koalisi pimpinan Saudi, dia kemudian terbang dengan pesawat Ilyushin buatan Rusia ke Mogadishu "di bawah pengawasan pejabat UEA", sebelum melanjutkan penerbangan ke bandara militer di Abu Dhabi dan tiba pada Rabu (7/1) malam waktu setempat.

Sejauh ini belum ada komentar langsung dari otoritas UEA mengenai laporan tersebut.

Bulan lalu, STC yang dipimpin Alzubidi melancarkan rentetan serangan yang membawa gejolak baru ke Yaman, negara termiskin di Semenanjung Arab yang sudah terpecah belah akibat konflik bertahun-tahun.

STC yang didukung UEA itu berupaya memulihkan kemerdekaan setelah Yaman secara resmi terbagi antara Yaman Utara dan Yaman Selatan dari tahun 1967 hingga tahun 1990 silam.

Serangan koalisi pimpinan Saudi, yang melibatkan sejumlah pesawat tempur, terhadap target-target STC di Yaman telah memicu banyak korban jiwa. Menyusul serangan itu, Alzubidi menyatakan masa transisi dua tahun menuju kemerdekaan, yang mencakup digelarnya referendum.

Pertempuran dengan STC itu mengungkap keretakan mendalam antara Saudi dan UEA, yang merupakan sekutu Teluk.

Kedua negara bertetangga yang sama-sama kaya minyak ini sebelumnya bahu-membahu dalam memerangi pemberontak Houthi, yang didukung Iran, di Yaman, yang menguasai ibu kota Sanaa pada tahun 2014 dan masih mengendalikan sebagian besar wilayah tersebut.

Namun kini, Saudi dan UEA mendukung faksi-faksi yang bersaing dalam pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional.

Simak juga Video: Israel Serang Yaman, 2 Orang Tewas-Puluhan Terluka

Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads