Macron hingga PM Inggris Dukung Denmark, Tolak Rencana Trump Caplok Greenland

Macron hingga PM Inggris Dukung Denmark, Tolak Rencana Trump Caplok Greenland

Yogi Ernes - detikNews
Selasa, 06 Jan 2026 20:21 WIB
Macron hingga PM Inggris Dukung Denmark, Tolak Rencana Trump Caplok Greenland
Foto: Wilayah Greenland (REUTERS/Sarah Meyssonnier)
Jakarta -

Sejumlah pemimpin di Eropa mengeluarkan pernyataan bersama dalam mendukung Denmark. Mereka menentang rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menguasai wilayah Greenland.

Para pemimpin Eropa yang menandatangani pernyataan ini mulai dari Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen, Kanselir Jerman Friedrich Merz, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, Perdana Menteri Polandia Donald Tusk, dan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez.

"Keamanan Arktik tetap menjadi prioritas utama bagi Eropa dan sangat penting bagi keamanan internasional dan transatlantik," bunyi pernyataan pemimpin Eropa dilansir AFP, Selasa (6/1/2026).

Mereka menyatakan Denmark, termasuk wilayah Greenland, adalah bagian dari NATO. Para pemimpin Eropa ini meminta Amerika untuk menghormati kedaulatan teritorial sebuah negara.

"Oleh karena itu, keamanan di Arktik harus dicapai secara kolektif, bersama dengan sekutu NATO termasuk Amerika Serikat, dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip Piagam PBB, termasuk kedaulatan, integritas teritorial, dan tidak dapat diganggu gugatnya perbatasan," kata para pemimpin tersebut.

"Ini adalah prinsip-prinsip universal, dan kami tidak akan berhenti membela prinsip-prinsip tersebut," sambungnya.

Meski menyatakan Amerika sebagai sekutu penting NATO, pernyataan pemimpin Eropa itu menegaskan Greenland milik rakyatnya, bukan Amerika.

"Greenland adalah milik rakyatnya. Denmark dan Greenland, dan hanya mereka, yang berhak memutuskan hal-hal yang menyangkut Denmark dan Greenland," kata mereka.

Sebelumnya, Perdana Menteri (PM) Denmark Mette Frederiksen mengecam keras wacana pencaplokan Greenland oleh Amerika Serikat (AS). Dia mengingatkan bahwa pengambilalihan Greenland oleh AS berarti berakhirnya aliansi militer NATO.

Komentarnya muncul sebagai tanggapan atas pernyataan Presiden AS Donald Trump, yang kembali menyerukan agar pulau Arktik yang strategis dan kaya mineral itu, berada di bawah kendali AS. Seruan itu disampaikan oleh Trump usai serangan AS ke Venezuela akhir pekan lalu.

Operasi pasukan AS di Caracas, ibu kota Venezuela untuk menangkap pemimpin Nicolรกs Maduro dan istrinya tersebut mengejutkan dunia. Hal ini meningkatkan kekhawatiran di Denmark dan Greenland, yang merupakan wilayah semi-otonom kerajaan Denmark dan karenanya merupakan bagian dari NATO.

Frederiksen dan PM Greenland, Jens Frederik Nielsen, mengecam komentar Trump tersebut dan memperingatkan akan adanya konsekuensi parah. Banyak pemimpin Eropa menyatakan solidaritas dengan mereka.

"Jika Amerika Serikat memilih untuk menyerang negara NATO lain secara militer, maka semuanya akan berakhir," kata Frederiksen kepada stasiun televisi Denmark TV2 pada hari Senin (5/1) waktu setempat. "Artinya, itu termasuk NATO kita dan dengan demikian keamanan yang telah diberikan sejak akhir Perang Dunia Kedua," cetus pemimpin Denmark itu, dilansir kantor berita Associated Press, Selasa (6/1/2026).

Lihat juga Video Trump Ingin Kuasai Greenland Demi Keamanan, Singgung Rusia-China

Halaman 2 dari 2
(ygs/fca)


Berita Terkait