32 Warga Kuba Tewas dalam Serangan Militer AS di Venezuela

32 Warga Kuba Tewas dalam Serangan Militer AS di Venezuela

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 05 Jan 2026 10:47 WIB
32 Warga Kuba Tewas dalam Serangan Militer AS di Venezuela
Kobaran api dan kepulan asap menjulang dari area Fuerte Tiuna, kompleks pangkalan militer tebesar Venezuela, saat pasukan AS melancarkan serangan untuk menangkap Presiden Nicolas Maduro (dok. AFP/LUIS JAIMES)
Havana -

Pemerintah Kuba mengumumkan bahwa sedikitnya 32 warganya tewas selama serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap Caracas , ibu kota Venezuela, pada Sabtu (3/1) dini hari. Operasi militer Washington itu berujung penangkapan Presiden Nicolas Maduro, yang kemudian diterbangkan ke AS untuk diadili.

Rentetan serangan militer AS terhadap Venezuela pada akhir pekan itu memicu reaksi keras dari sekutu-sekutu Caracas, termasuk Havana, yang melontarkan kecaman terhadap Washington.

Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel, sebelumnya menyebut serangan AS terhadap Venezuela sebagai "serangan kriminal" dan menyebut "zona perdamaian kita sedang diserang secara brutal".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pengumuman terbaru via televisi nasionalnya, seperti dilansir AFP, Senin (5/1/2026), pemerintah Kuba mengumumkan warga negaranya menjadi korban jiwa dalam rentetan serangan AS di Venezuela tersebut.

ADVERTISEMENT

Otoritas Havana menyebut serangan Washington terhadap Caracas itu sebagai "serangan kriminal".

"Sebagai akibat dari serangan kriminal yang dilancarkan oleh pemerintah Amerika Serikat (terhadap Venezuela), sebanyak 32 warga Kuba kehilangan nyawa mereka dalam operasi tempur," kata pemerintah Kuba dalam pernyataan yang dibacakan di televisi nasional negara itu pada Minggu (4/1) waktu setempat.

Tidak dijelaskan lebih lanjut soal kronologi kematian puluhan warga Kuba di Venezuela tersebut.

Presiden AS Donald Trump, saat berbicara kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One pada Minggu (4/1) waktu setempat, menyebut sejumlah besar personel keamanan Kuba yang mengawal Maduro tewas dalam operasi militer AS.

Trump menyebut para personel keamanan itu tewas saat pasukan AS melaksanakan operasi untuk menangkap pemimpin Venezuela tersebut. Trump tidak menyebutkan lebih lanjut jumlah warga Kuba yang tewas.

"Anda tahu, banyak orang Kuba tewas kemarin," ucap Trump. "Sangat disayangkan, ada banyak kematian di pihak lawan," imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Venezuela, Padrino Lopez, mengatakan bahwa "sebagian besar" pengawal keamanan Maduro dibunuh "dengan kejam", begitu pula sejumlah personel militer dan warga sipil. Namun Lopez tidak memberikan jumlah pastinya.

Sebuah kelompok dokter Venezuela mengatakan kepada AFP bahwa sekitar 70 orang tewas dan 90 orang lainnya mengalami luka-luka akibat rentetan serangan militer AS tersebut.

Simak juga Video: AS Gempur Ibu Kota Venezuela, Warga Dengar 7 Ledakan Besar

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads