Sosok Maduro, Sekutu Rusia dan China yang Kini Ditangkap AS

Haris Fadhil - detikNews
Minggu, 04 Jan 2026 10:21 WIB
Nicolas Maduro (Foto: REUTERS/HANDOUT)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Bagaimana sikap dari Rusia dan China yang merupakan sekutu Maduro?

Dilansir BBC, Minggu (4/1/2025), Nicolas Maduro dulu sangat andal mengandalkan dua sekutu utamanya, China dan Rusia. Namun, situasi semakin tidak pasti saat AS mulai melakukan operasi militer besar-besaran di sekitar Venezuela dengan dalih memerangi narkoba.

Selama bertahun-tahun, Rusia dan China telah mendukung pemerintahan sosialis Venezuela secara politik, finansial, dan militer. Hubungan kuat itu dimulai di bawah mantan Presiden Venezuela Hugo Chávez yang merupakan mentor sekaligus pendahulu Maduro.

Namun, dukungan dari Rusia dan China terhadap Venezuela saat ini terlihat sebatas simbolis. Kedua negara itu memang kerap memberi dukungan dari pernyataan, bukan bantuan militer atau keuangan secara terbuka.

Menurut laporan The Washington Post, Maduro telah meminta bantuan militer dari China dan Rusia pada akhir Oktober 2025. Permintaan itu dijawab dengan diplomatis oleh Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Ryabkov.

"Kami mendukung Venezuela, sebagaimana Venezuela mendukung kami," ujarnya sambil mendesak pemerintahan Trump untuk menghindari eskalasi krisis.

Setelah penyitaan kapal tanker minyak oleh AS, Kremlin mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin telah menghubungi Maduro untuk menegaskan dukungannya. Namun, Moskow belum memberikan bantuan materiil apa pun.

Seperti Rusia, China juga tidak menunjukkan tanda-tanda akan membela Venezuela secara militer meski telah mengutuk apa yang disebutnya sebagai 'campur tangan eksternal' oleh AS.




(haf/imk)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork