Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan negaranya secara sukses melancarkan serangan skala besar terhadap Venezuela. Trump juga mengatakan bahwa Presiden Nicolas Maduro telah ditangkap selama serangan AS berlangsung.
Pernyataan Trump itu menjadi konfirmasi pertama yang disampaikan AS, setelah pemerintahan Maduro menuduh Washington melancarkan rentetan serangan terhadap instalasi militer dan sipil di beberapa wilayah Venezuela, termasuk ibu kota Caracas, pada Sabtu (3/1) dini hari.
Sementara itu, Trump menyebut Maduro berhasil ditangkap bersama istrinya, dan telah diterbangkan ke luar negeri. Detail soal penangkapan ini tidak dijelaskan oleh Trump dalam pernyataannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu (3/1/2026):
- Arab Saudi Tangkap 116 Pejabat Pemerintah dalam Operasi Antikorupsi
Otoritas Arab Saudi menangkap sedikitnya 116 pejabat pemerintah dari berbagai kementerian dan lembaga publik dalam operasi antikorupsi secara besar-besaran. Ratusan pejabat lainnya dari berbagai wilayah Saudi diselidiki terkait dugaan penyuapan dan penyalahgunaan jabatan.
Operasi antikorupsi besar-besaran itu dilakukan menyusul serangkaian investigasi yang dilakukan oleh Otoritas Pengawasan dan Anti-Korupsi Saudi, atau yang juga disebut sebagai "Nazaha". Demikian seperti dilaporkan harian berbahasa Arab, Okaz, dan dilansir Gulf News, Sabtu (3/1/2026).
Nazaha telah menginterogasi sebanyak 466 orang selama operasi antikorupsi yang digelar secara nasional pada Desember 2025, yang menargetkan praktik penyuapan dan penyalahgunaan jabatan.
- Trump Ancam Intervensi Demo Ricuh di Iran, Teheran Marah
Otoritas Iran memberikan reaksi keras bernada kemarahan terhadap ancaman yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait unjuk rasa yang marak di negara tersebut. Trump menegaskan AS "siap bertindak" untuk "datang menyelamatkan" para demonstran Iran, yang memprotes kesulitan ekonomi.
Teheran menilai ancaman Trump itu sebagai bentuk intervensi atau campur tangan.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Sabtu (3/1/2026), mengecam ancaman Trump tersebut sebagai pernyataan yang "ceroboh dan berbahaya".
- Venezuela Tuduh AS Serang Instalasi Sipil-Militer Usai Rentetan Ledakan
Pemerintah Venezuela menuduh Amerika Serikat (AS) telah menyerang instalasi sipil dan militer di beberapa negara bagian di wilayahnya, setelah setidaknya tujuh ledakan dan suara pesawat terbang rendah terdengar pada Sabtu (3/1) dini hari di area ibu kota Caracas.
Pentagon dan Gedung Putih sejauh ini belum memberikan komentar langsung terhadap laporan tersebut.
Pemerintah Venezuela dalam pernyataannya, seperti dilansir Associated Press dan AFP, Sabtu (3/1/2026), menuduh AS telah melancarkan "agresi militer yang sangat serius" terhadap ibu kota Caracas. Pemerintah Venezuela juga menyerukan para pendukungnya untuk turun ke jalanan.
- Trump Umumkan AS Lancarkan Serangan Skala Besar terhadap Venezuela
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan negaranya secara sukses melancarkan serangan skala besar terhadap Venezuela. Pernyataan Trump ini disampaikan setelah rentetan ledakan dilaporkan terdengar di area Caracas, ibu kota Venezuela, pada Sabtu (3/1) dini hari.
"Amerika Serikat telah berhasil melancarkan serangan skala besar terhadap Venezuela," ucap Trump dalam pernyataan via media sosial Truth Social, seperti dilansir AFP, Sabtu (3/1/2026).
Pernyataan Trump ini menjadi konfirmasi pertama yang disampaikan AS, setelah pemerintahan Presiden Nicolas Maduro sebelumnya menuduh Washington melancarkan rentetan serangan terhadap instalasi militer dan sipil di beberapa wilayah Venezuela pada Sabtu (3/1) dini hari.
- Trump Bilang Maduro Ditangkap-Diterbangkan ke Luar Venezuela
Saat mengumumkan serangan skala besar Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela, Presiden Donald Trump juga mengatakan bahwa Presiden Nicolas Maduro telah ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri. Trump menyebut Maduro ditangkap bersama istrinya.
Trump dalam pernyataan via media sosial Truth Social, seperti dilansir AFP, Sabtu (3/1/2026), mengakui bahwa AS memang melancarkan serangan terhadap wilayah Venezuela. Namun dia tidak menyebutkan lebih lanjut soal target dari serangan tersebut.
Pernyataan Trump ini menjadi konfirmasi pertama yang disampaikan AS, setelah pemerintahan Maduro sebelumnya menuduh Washington melancarkan rentetan serangan terhadap instalasi militer dan sipil di area Caracas dan beberapa wilayah Venezuela lainnya pada Sabtu (3/1) dini hari.
Tonton juga video "Presiden Venezuela Tetapkan Keadaan Darurat Setelah Diserang AS"











































