Ambisi Trump Ambil Alih Greenland

Ambisi Trump Ambil Alih Greenland

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 24 Des 2025 07:01 WIB
Jakarta -

Ambisi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menguasai Greenland tak surut. Keamanan nasional menjadi alasan Trump tetap kukuh menguasai wilayah semi-otonom yang berada di bawah Denmark itu.

Pernyataan Trump yang ingin mencaplok Greenland sebenarnya sudah disampaikan sejak tahun lalu. Trump, yang saat itu masih menjadi presiden terpilih, mengatakan Greenland sangat penting bagi AS.

Dilansir CNN, NBC News dan Reuters, Trump mengatakan AS membutuhkan kepemilikan dan kontrol terhadap Greenland demi urusan keamanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Demi tujuan Keamanan Nasional dan Kebebasan di seluruh Dunia, Amerika Serikat merasa bahwa kepemilikan dan kendali atas Greenland merupakan kebutuhan mutlak," tulis Trump di Truth Social.

ADVERTISEMENT

Trump juga menegaskan kembali keinginannya untuk menguasai Greenland saat wawancara dengan NBC pada Minggu (30/3).

"Kami akan mendapatkan Greenland. Ya, 100 persen", kata Trump dalam wawancara dengan NBC News.

Ketegangan antara Amerika Serikat, Denmark, dan Greenland, semakin meningkat dengan adanya kunjungan Wakil Presiden JD Vance ke pangkalan militer AS di pulau Arktik yang luas itu. Vance juga dikritik usai mengatakan Denmark 'tidak melakukan pekerjaan yang baik untuk rakyat Greenland'.

Perdana Menteri baru Greenland, Jens-Frederik Nielsen, menanggapi rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menguasai Greenland. Nielsen menegaskan Greenland tidak akan pernah menjadi milik Amerika.

"Presiden Trump mengatakan Amerika Serikat 'akan mendapatkan Greenland.' Biar saya tegaskan: Amerika Serikat tidak akan mendapatkan Greenland," kata Nielsen dilansir AFP, Senin (31/3/2025).

Hal itu disampaikan Nielsen dalam unggahan di Facebook miliknya pada Minggu (30/3) waktu setempat. Dia menegaskan masa depan Greenland ada di tangan masyarakatnya sendiri.

"Kami tidak menjadi milik orang lain. Kami memutuskan masa depan kami sendiri," katanya.

Trump Ngotot Ingin Kuasai Greenland

Keinginan Trump untuk mengontrol Greenland karena urusan keamanan nasional tak berubah. Hal ini kembali disampaikannya setelah penunjukan utusan khusus AS untuk Greenland memicu ketegangan baru dengan pemerintah Denmark.

Sejak kembali ke Gedung Putih pada Januari, Trump berulang kali mengatakan bahwa Amerika Serikat "membutuhkan" wilayah otonom yang kaya sumber daya tersebut untuk alasan keamanan. Dia bahkan menolak untuk mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk menguasainya.

Pada hari Minggu, Trump menunjuk Gubernur Louisiana Jeff Landry sebagai utusan khusus untuk Greenland, yang memicu kemarahan dari Denmark, yang kemudian memanggil duta besar AS.

"Kita membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional. Bukan untuk mineral," kata Trump dalam konferensi pers di Palm Beach, Florida, AS pada hari Senin (22/12) waktu setempat.

"Jika Anda melihat Greenland, Anda melihat ke atas dan ke bawah pantai, Anda akan melihat kapal-kapal Rusia dan China di mana-mana," ujarnya, dilansir kantor berita AFP, Selasa (23/12/2025).

"Kita membutuhkannya untuk keamanan nasional. Kita harus memilikinya," kata presiden, seraya menambahkan bahwa Landry "ingin memimpin serangan."

Setelah pengangkatannya, Landry langsung berjanji untuk menjadikan wilayah Denmark tersebut 'bagian dari AS'.

Sebelumnya, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen dan Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen mengatakan dalam pernyataan bersama bahwa Greenland adalah milik rakyat Greenland.

"Anda tidak dapat mencaplok negara lain," kata mereka. "Kami mengharapkan penghormatan terhadap integritas teritorial bersama kami."

Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen mengatakan dia sangat marah atas langkah tersebut dan memperingatkan Washington untuk menghormati kedaulatan Denmark.

Lokke Rasmussen sebelumnya mengatakan kepada televisi TV2, bahwa pengangkatan Landry tersebut "sama sekali tidak dapat diterima". Duta Besar AS telah dipanggil ke Kementerian Luar Negeri Denmark untuk memberikan penjelasan.

"Kami memanggil duta besar Amerika ke kementerian luar negeri hari ini untuk sebuah pertemuan, bersama dengan perwakilan Greenland, di mana kami dengan sangat jelas menarik garis merah dan juga meminta penjelasan," kata Lokke Rasmussen dalam sebuah wawancara.

Halaman 2 dari 2
(knv/knv)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads