Mesir Latih Ratusan Polisi Palestina untuk Pasukan Keamanan di Gaza

Mesir Latih Ratusan Polisi Palestina untuk Pasukan Keamanan di Gaza

Yulida Medistiara - detikNews
Minggu, 30 Nov 2025 13:01 WIB
GAZA CITY, GAZA - NOVEMBER 06: A view of the important historical structures, such as the Great Omari Mosque, Pasha Palace, Golden Bazaar, Omar Mukhtar Street, and Latin Monastery Church, located in the old city district in Gaza City, that suffered extensive damage during Israels two-year attacks in Gaza on November 06, 2025. Like these structures, known as the bearers of Gazas thousands of years of cultural heritage, many surrounding streets and historical areas also suffered heavy damage as a result of the destruction. (Photo by Khames Alrefi/Anadolu via Getty Images)
Ilustrasi Reruntuhan Masjid Tertua terdampak perang di Gaza (Foto: Anadolu via Getty Images/Anadolu)
Jakarta -

Mesir sedang melatih ratusan polisi Palestina untuk diintegrasikan ke dalam pasukan keamanan pascaperang di Gaza. Total akan ada 5.000 petugas kepolisian Palestina yang dilatih.

Dilansir AFP, Minggu (30/11/2025), hal itu disampaikan seorang pejabat Palestina. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty menyampaikan informasi terkait rencana pelatihan 5.000 polisi untuk Gaza dalam pembicaraan dengan Perdana Menteri Palestina Mohammad Mustafa pada bulan Agustus.

Kelompok pertama yang terdiri lebih dari 500 polisi telah dilatih di Kairo pada bulan Maret. Pejabat Palestina yang enggan disebutkan namanya mengatakan, sejak September, pelatihan yang telah berjalan dua bulan tersebut kini telah dilanjutkan untuk menyambut ratusan orang lagi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan semua anggota pasukan akan berasal dari Jalur Gaza dan digaji oleh Otoritas Palestina, yang berbasis di Ramallah, Tepi Barat yang diduduki.

ADVERTISEMENT

"Saya sangat senang dengan pelatihan ini. Kami ingin mengakhiri perang dan agresi secara permanen, dan kami bersemangat untuk mengabdi kepada negara dan sesama warga negara kami," kata seorang polisi Palestina berusia 26 tahun.

Ia mengatakan kepada AFP bahwa ia berharap pasukan keamanan akan independen, dan hanya loyal kepada Palestina. Serta tidak tunduk pada aliansi atau tujuan eksternal.

"Saya sangat senang dengan pelatihan ini. Kami ingin mengakhiri perang dan agresi secara permanen, dan kami bersemangat untuk mengabdi kepada negara dan sesama warga negara kami," kata seorang polisi Palestina berusia 26 tahun.

Ia mengatakan kepada AFP bahwa ia berharap pasukan keamanan akan "independen, hanya loyal kepada Palestina, dan tidak tunduk pada aliansi atau tujuan eksternal".

Letnan tersebut, mengaku meninggalkan Gaza bersama keluarganya tahun lalu. Ia mengatakan pelatihan tersebut berfokus pada dampak serangan Hamas terhadap Israel pada Oktober 2023 yang memicu perang dan kerusakan yang ditimbulkan pada perjuangan Palestina.

(yld/gbr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads