Rahasia makam Firaun muda akhirnya terbuka. Piramida Agung Giza, Museum Agung Mesir yang telah lama dinantikan kini resmi membuka pintunya untuk publik.
Dirangkum detikcom sebagaimana laporan BBC, Minggu (2/11/2025), Museum Agung Mesir itu berdiri di atas kompleks raksasa seluas 120 hektare. Luas itu dua kali lipat ukuran Museum Louvre di Prancis.
Harta Karun Firaun
Di museum itu, ada sekitar 70.000 hingga 100.000 artefak yang dipamerkan. Termasuk, harta karun yang belum pernah terlihat dari makam Firaun muda, TutanKhamun.
Proyek ambisius ini, yang pertama kali digagas pada 2002 dan seharusnya rampung 2012, berulang kali terhenti. Hambatannya beragam, mulai dari tantangan biaya, gejolak politik, hantaman pandemi Covid-19, hingga konflik di kawasan.
Mega-proyek ini menelan biaya sekitar US$1,2 miliar, yang sebagian besar didanai oleh pinjaman dari Japan International Cooperation Agency.
'Hadiah Mesir untuk Dunia'
Museum ini, yang disebut sebagai "hadiah Mesir untuk dunia" oleh Perdana Menteri Mostafa Madbouly, bertujuan menonjolkan keunggulan dan pengaruh budaya Mesir, sekaligus memberikan dorongan signifikan bagi pemulihan ekonomi.
"Mesir Kuno menebarkan pesona magis ke setiap orang," ujar Profesor Salima Ikram dari Universitas Kairo.
"Bahkan bangsa Yunani, Romawi, dan Fenisia semuanya memandang Mesir sebagai tanah yang menyimpan misteri dan pengetahuan."
Lebih dari sekadar objek wisata, museum ini juga diharapkan dapat menghubungkan kembali rakyat Mesir masa kini dengan warisan leluhur mereka.
"Ini akan membangkitkan kebanggaan nasional yang luar biasa," lanjut Prof. Ikram, "yang akan membawa Mesir Kuno lebih erat ke dalam kehidupan sehari-hari dan ke dalam narasi nasionalis setiap warga negara Mesir saat ini."