Israel Sesalkan Malfungsi Drone yang Tewaskan 2 Tentara Lebanon

Israel Sesalkan Malfungsi Drone yang Tewaskan 2 Tentara Lebanon

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 29 Agu 2025 14:41 WIB
Lebanese army soldiers patrol in the northern Lebanese coastal town of Batroun early on Friday and captured one person, a security source said, in Batroun, Lebanon November 2, 2024. (File photo: Reuters)
Tentara Lebanon berpatroli di wilayahnya (dok. Reuters)
Tel Aviv -

Militer Israel menyatakan penyesalan atas insiden mematikan ketika drone yang diluncurkannya meledak setelah jatuh di dalam wilayah Lebanon bagian selatan. Ledakan drone itu menewaskan dua tentara Lebanon dan melukai dua tentara lainnya.

Militer Lebanon mengatakan pada Kamis (28/8) bahwa sebuah drone Israel meledak setelah terjatuh di area Ras al-Naqoura, bagian selatan negara tersebut. Drone itu meledak saat diperiksa oleh sejumlah personel militer Lebanon.

Presiden Lebanon Joseph Aoun mengatakan bahwa "militer sekali lagi membayar dengan darah, harga untuk menjaga stabilitas di wilayah selatan".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Juru bicara militer Israel dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters dan The Times of Israel, Jumat (29/8/2025), mengaitkan insiden itu dengan malfungsi teknis. Dijelaskan juga bahwa drone tersebut diluncurkan dengan menargetkan infrastruktur kelompok Hizbullah yang ada di Lebanon bagian selatan.

ADVERTISEMENT

Militer Israel, atau Angkatan Bersenjata Israel (IDF), menyatakan pihaknya telah membuka penyelidikan terhadap insiden tersebut.

Diakui oleh militer Israel dalam pernyataannya bahwa "IDF menerima laporan soal sejumlah tentara Lebanon mengalami luka-luka". Dalam pernyataannya, militer Israel tidak menyebut soal korban jiwa dalam insiden di Lebanon tersebut.

"Kemungkinan bahwa insiden itu disebabkan oleh ledakan senjata IDF sedang diselidiki," sebut militer Israel dalam pernyataannya.

Militer Israel menambahkan bahwa pihaknya "menyesalkan kerugian yang dialami militer Lebanon".

Menurut militer Israel dalam pernyataannya, drone itu dimaksudkan untuk menargetkan situs Hizbullah yang sedang dibangun kembali oleh kelompok tersebut "yang melanggar kesepahaman antara Israel dan Lebanon, dan bukan terhadap tentara-tentara Lebanon".

Berdasarkan gencatan senjata yang berlaku sejak November lalu untuk mengakhiri pertempuran antara Israel dan Hizbullah, militer Lebanon telah dikerahkan ke wilayah selatan negara itu dan membongkar infrastruktur Hizbullah, dengan dukungan pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat (AS) itu juga mewajibkan Israel dan Hizbullah untuk mundur dari posisi mereka di wilayah Lebanon bagian selatan. Namun Israel tetap menempatkan pasukannya di beberapa area yang dianggap strategis.

Lihat juga Video 'Hizbullah Tolak Pelucutan Senjata: Kami Tak Akan Tunduk ke Israel':

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads