Duh, 2 Pemadam Kebakaran AS Ditangkap Imigrasi Saat Akan Bertugas

Duh, 2 Pemadam Kebakaran AS Ditangkap Imigrasi Saat Akan Bertugas

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 29 Agu 2025 12:55 WIB
Firefighters work at the scene of a wildfire in Tabara, Spain, Tuesday, July 19, 2022. Firefighters battled wildfires raging out of control in Spain and France as Europe wilted under an unusually extreme heat wave that authorities in Madrid blamed for hundreds of deaths. (AP Photo/Bernat Armangue)
Ilustrasi -- Pemadam kebakarna AS (dok. AP/Bernat Armangue)
Washington DC -

Dua petugas pemadam kebakaran Amerika Serikat (AS) ditangkap oleh agen patroli perbatasan terkait dugaan pelanggaran imigrasi. Parahnya, penangkapan itu dilakukan saat kedua petugas itu sedang bersiap untuk memadamkan kebakaran hutan di negara bagian Washington.

Sejumlah pejabat imigrasi AS, seperti dilansir AFP, Jumat (29/8/2025), mengatakan bahwa para agen federal menahan sejumlah personel dari kontraktor swasta pemadam kebakaran selama beberapa jam pada Rabu (27/8) waktu setempat, saat mereka bersiap untuk membantu memadamkan Bear Gulch Fire di Washington.

Kebakaran hutan yang diberi nama Bear Gulch Fire itu telah melalap area seluas 3.600 hektare di negara bagian Washington.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keterangan sejumlah petugas pemadam kebakaran setempat kepada media lokal Seattle Times menyebutkan bahwa para agen patroli perbatasan AS membariskan 44 personel dan memerintahkan mereka untuk menunjukkan identitas.

ADVERTISEMENT

Disebutkan juga bahwa para petugas pemadam itu diberitahu untuk tidak merekam kejadian tersebut.

"Anda mempertaruhkan nyawa Anda di sini untuk menyelamatkan masyarakat. Beginilah cara mereka memperlakukan kami," ucap salah satu petugas pemadam kebakaran tersebut kepada Seattle Times.

Otoritas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) mengatakan bahwa para petugas patroli perbatasan berada di lokasi tersebut atas permintaan otoritas penjaga hutan yang ingin memverifikasi keakuratan nama-nama yang tercantum dalam daftar kontraktor.

"Beberapa ketidaksesuaian teridentifikasi, dan dua orang didapati berada di Amerika Serikat secara ilegal, salah satunya dengan perintah pengusiran," sebut CBP dalam pernyataannya.

Dua orang tersebut, menurut CBP, telah ditangkap dan kemudian ditahan. Sedangkan 42 orang lainnya diusir dari lahan federal dalam apa yang disebut oleh CBP sebagai "pemutusan dan penegakan kontrak" menyusul penyelidikan kriminal.

Ditegaskan oleh CBP bahwa operasi mereka itu "tidak mengganggu operasi pemadaman kebakaran respons terhadap kebakaran yang terjadi di area tersebut, juga tidak menimbulkan bahaya bagi masyarakat sekitar".

Tindakan agen imigrasi federal AS pada Rabu (27/8) itu tergolong tidak lazim, karena operasi semacam itu biasanya tidak dilakukan di sekitar lokasi bencana alam atau saat situasi darurat.

Namun di bawah janji kampanye pemilu untuk melakukan deportasi terbesar dalam sejarah AS, pemerintahan Presiden Donald Trump terus-menerus bertindak secara berlebihan, melakukan penangkapan besar-besaran -- seringkali di wilayah yang dikuasai Partai Demokrat -- yang telah memicu kemarahan.

Lihat juga Video 'Detik-detik Helikopter Damkar Jatuh ke Danau di Prancis':

Halaman 3 dari 2
(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads