Zelensky Tolak Akui Kekuasaan Rusia Atas Krimea, Trump Kesal!

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 24 Apr 2025 16:02 WIB
Presiden AS Donald Trump (Foto: (REUTERS/Nathan Howard))
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengecam Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang menolak menerima pendudukan Rusia di Krimea. Trump menyebut penolakan itu sebagai penyebab kegagalan mengakhiri perang antara Rusia dan Ukraina.

Trump mengatakan kesepakatan sebenarnya sudah "sangat dekat", tetapi Zelensky terbukti "lebih sulit" untuk dinegosiasikan.

Penolakan presiden Ukraina tersebut untuk menerima persyaratan AS untuk mengakhiri konflik "tidak akan menghasilkan apa-apa selain memperpanjang 'medan pembantaian'," ujar Trump.

"Saya pikir kita memiliki kesepakatan dengan Rusia. Kita harus mendapatkan kesepakatan dengan Zelensky," kata Trump kepada wartawan, dilansir kantor berita AFP, Kamis (24/4/2025).

"Saya pikir akan lebih mudah untuk berurusan dengan Zelensky. Sejauh ini lebih sulit," imbuhnya.

Sebelum pernyataan Trump itu, Wakil Presiden JD Vance telah memaparkan visi AS untuk kesepakatan damai, di mana Rusia akan tetap menguasai sebagian besar wilayah Ukraina yang sudah diduduki, termasuk Krimea.

Zelensky menolak hal tersebut karena dianggap melanggar konstitusi Ukraina.

Hal itu kemudian memicu kemarahan Trump, di mana ia menuduh Zelensky sebagai orang yang "menghasut" dan mengambil posisi yang "sangat merugikan Negosiasi Perdamaian dengan Rusia."

Simak juga Video: Ukraina Diserang Rusia, Trump Kembali Salahkan Zelensky




(ita/ita)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork