Menteri Keamanan Publik Terpilih Jadi Presiden Baru Vietnam

Menteri Keamanan Publik Terpilih Jadi Presiden Baru Vietnam

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 22 Mei 2024 12:14 WIB
To Lam takes his oath as Vietnams President during the National Assemblys summer session in Hanoi on May 22, 2024. Β© Dang Anh, AFP
To Lam dipilih menjadi Presiden baru Vietnam (Dang Anh/AFP)
Hanoi -

Parlemen Vietnam memilih Menteri Keamanan Publik To Lam menjadi presiden terbaru untuk negara tersebut dalam voting yang digelar pada Rabu (22/5) waktu setempat. Pemilihan ini dilakukan setelah operasi antikorupsi besar-besaran memaksa Presiden Vietnam sebelumnya mengundurkan diri.

Seperti dilansir AFP, Rabu (22/5/2024), dalam pemungutan suara rahasia yang digelar oleh Majelis Nasional Vietnam, sebanyak 472 anggota dari total 473 anggota parlemen menyetujui pencalonan To Lam.

Ribuan orang, termasuk sejumlah pemimpin senior pemerintahan dan para pengusaha, terjerat operasi besar-besaran memberantas praktik korupsi yang marak di negara tersebut. Operasi antikorupsi itu dipimpin oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Komunis Vietnam Nguyen Phu Trong.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

To Lam terpilih untuk menggantikan Vo Van Thuong, yang mundur dari jabatan Presiden Vietnam pada Maret lalu. Pada saat itu, pemerintah Vietnam menyebut Thuong telah melanggar aturan Partai Komunis Vietnam, dan menyinggung soal "kekurangan".

Thuong mengundurkan diri setelah baru menjabat sekitar setahun, dan menyatakan tekadnya dalam "memerangi korupsi dan fenomena negatif".

ADVERTISEMENT

To Lam yang berusia 66 tahun ini menjabat Menteri Keamanan Publik sejak tahun 2016 lalu, dan mengambil tindakan keras terhadap gerakan hak asasi manusia (HAM) di Vietnam.

Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.

Lihat juga Video: Kapal Ikan Vietnam Kabur Dikejar Petugas di Laut Natuna

[Gambas:Video 20detik]



Tampaknya dia akan memegang jabatan kepresidenan dan jabatannya di Kementerian Keamanan Publik secara bersamaan. Praktik semacam ini akan menjadi momen pertama kalinya dalam sejarah Vietnam.

Namun beberapa jam sebelum voting digelar, para anggota parlemen Vietnam menyepakati untuk mencopot To Lam dari jabatannya sebagai menteri.

Diketahui bahwa jabatan presiden memegang peran seremonial dalam pemerintahan Vietnam, namun merupakan salah satu dari empat posisi politik teratas di negara tersebut.

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads