Heboh Balon Mata-mata Terbang di AS, Ini Kata China

ADVERTISEMENT

Heboh Balon Mata-mata Terbang di AS, Ini Kata China

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 03 Feb 2023 16:07 WIB
ADDS PENTAGON RESPONSE THAT IT WOULD NOT CONFIRM - A high altitude balloon floats over Billings, Mont., on Wednesday, Feb. 1, 2023. The U.S. is tracking a suspected Chinese surveillance balloon that has been spotted over U.S. airspace for a couple days, but the Pentagon decided not to shoot it down due to risks of harm for people on the ground, officials said Thursday, Feb. 2, 2023. The Pentagon would not confirm that the balloon in the photo was the surveillance balloon. (Larry Mayer/The Billings Gazette via AP)
penampakan balon mata-mata yang diduga milik China (Foto: Larry Mayer/The Billings Gazette via AP)
Jakarta -

Pemerintah China mengatakan bahwa pihaknya sedang bekerja untuk memverifikasi fakta seputar klaim Amerika Serikat bahwa Beijing menerbangkan balon mata-mata di atas wilayahnya. China pun mengingatkan untuk tidak membesar-besarkan hal tersebut.

Dilansir kantor berita AFP, Jumat (3/2/2023), Departemen Pertahanan AS atau Pentagon pada Kamis (2/2) waktu setempat mengatakan sedang melacak balon mata-mata China yang terbang tinggi di atas wilayah barat laut Amerika Serikat. Ini menghidupkan kembali ketegangan antara kedua negara, hanya beberapa hari menjelang kunjungan langka ke Beijing oleh Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken.

"Verifikasi sedang dilakukan atas laporan tersebut," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning pada wartawan. Dia menambahkan bahwa "sampai faktanya jelas, membuat dugaan dan membesar-besarkan masalah tidak akan membantu menyelesaikannya dengan benar".

"China adalah negara yang bertanggung jawab dan selalu mematuhi hukum internasional secara ketat. Kami tidak berniat melanggar wilayah atau ruang udara negara berdaulat mana pun," kata pejabat China tersebut.

"(Kami) berharap kedua belah pihak akan menangani (situasi) dengan ketenangan dan kehati-hatian bersama," tambahnya.

Sebelumnya, seorang pejabat senior pertahanan AS mengatakan kepada wartawan hari Kamis bahwa menembak jatuh balon mata-mata tersebut telah dipertimbangkan, tetapi akhirnya diputuskan bahwa hal itu akan membahayakan terlalu banyak orang di darat.

Lihat juga Video: Gedung Putih soal Rumah Biden Digeledah: Presiden Sepenuhnya Kooperatif

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT