Dua Relawan Inggris Tewas Saat Lakukan Evakuasi di Wilayah Timur Ukraina

ADVERTISEMENT

Dua Relawan Inggris Tewas Saat Lakukan Evakuasi di Wilayah Timur Ukraina

Matius Alfons Hutajulu - detikNews
Rabu, 25 Jan 2023 05:33 WIB
Workers clean rubbles after Ukrainian rocket strike in Makiivka, in Russian-controlled Donetsk region, eastern Ukraine, Tuesday, Jan. 3, 2023. Russias defense ministry says 63 of its soldiers have been killed by a Ukrainian strike on a facility in the eastern Donetsk region where military personnel were stationed. (AP Photo)
Foto: Situasi di Donetsk akibat invasi Rusia (AP Photo)
Kiev -

Dua warga Inggris ditemukan tewas di Ukraina. Mereka merupakan merupakan relawan atau pekerja kemanusiaan yang dikirim untuk melakukan evakuasi kemanusiaan di kota yang tengah di landa perang di Ukraina.

Dilansir AFP, Rabu (25/1/2023), kedua warga Inggris itu yakni Chris Parry (28) dan Andrew Bagshaw (48). Keduanya disebut meninggal saat melakukan pekerjaan sukarela di Soledar, di wilayah Donetsk Ukraina.

Kekhawatiran terkait kedua warga Inggris ini sempat meningkat setelah kepala kelompok tentara bayaran Rusia, Wagner, yang membantu menangkap Soledar dari pasukan Ukraina baru-baru ini, mengatakan pada 11 Januari bahwa salah satu mayat pria yang hilang telah ditemukan di sana. Wagner juga telah menerbitkan foto-foto online paspor yang tampaknya milik Parry dan Bagshaw, yang menurutnya ditemukan bersama mayat tersebut.

"Dengan sangat sedih kami harus mengumumkan bahwa Chrissy yang kami cintai telah terbunuh bersama rekannya Andrew Bagshaw saat berusaha melakukan evakuasi kemanusiaan dari Soledar," kata pernyataan keluarga tersebut.

"Tekadnya yang tanpa pamrih dalam membantu orang tua, muda, dan kurang beruntung di sana telah membuat kami dan keluarganya yang lebih besar sangat bangga," tambahnya.

Pihak keluarga mengatakan Chrissy sebelumnya bekerja sebagai insinyur perangkat lunak dan menyukai panjat tebing, bersepeda, berlari, dan terjun payung, dan selalu ingin berkeliling dunia. Namun, belakangan, dia tertarik untuk menjadi sukarelawan di Ukraina.

"Dia menemukan dirinya tertarik ke Ukraina pada bulan Maret di saat paling gelap di awal invasi Rusia dan membantu mereka yang paling membutuhkan, menyelamatkan lebih dari 400 nyawa ditambah banyak hewan terlantar," ucap keluarga itu.

"Tidak mungkin untuk mengungkapkan dengan kata-kata betapa dia akan dirindukan, tetapi dia akan selamanya ada di hati kami," imbuhnya.

Simak juga Video: Wujud Heli Super Puma yang Jatuh Saat Angkut Mendagri Ukraina

[Gambas:Video 20detik]



(maa/maa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT