Biden Desak Larangan Senjata Serbu Buntut Penembakan Massal di California

ADVERTISEMENT

Biden Desak Larangan Senjata Serbu Buntut Penembakan Massal di California

Matius Alfons Hutajulu - detikNews
Selasa, 24 Jan 2023 22:48 WIB
Presiden Ukraina Volodimir Zelensky terbang ke Amerika Serikat untuk bertemu Presiden Joe Biden. Pertemuan berlangsung di Gedung Putih, Amerika Serikat, Rabu (21/12/2022) waktu setempat.
Foto: AP/Andrew Harnik
Washington D.C -

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyerukan Kongres bertindak cepat untuk melarang senjata serbu. Dia menyampaikan desakan ini usai insiden penembakan massal yang terjadi di California dalam waktu kurang dari 48 jam.

Dilansir AFP, Selasa (24/1/2023), sekelompok senator membawa kembali rencana larangan senjata serbu federal hingga undang-undang yang akan menaikkan usia pembelian minimum untuk senjata serbu menjadi 21 tahun.

"Kami tahu momok kekerasan senjata di seluruh Amerika membutuhkan tindakan yang lebih kuat. Saya sekali lagi mendesak kedua kamar Kongres untuk bertindak cepat dan mengirimkan Larangan Senjata Serbu ini ke meja saya," kata Biden dalam sebuah pernyataan.

Biden mengungkap langkah ini harus diambil demi menjaga keamanan bagi masyarakat di tempat publik

"Mengambil tindakan untuk menjaga keamanan komunitas, sekolah, tempat kerja, dan rumah Amerika," ucapnya.

Seperti diketahui, seorang tersangka pria bersenjata ditahan atas pembunuhan tujuh orang di sebuah komunitas pedesaan di California utara. Insiden itu terjadi hanya selang dua hari setelah penembakan massal pada perayaan Tahun Baru Imlek di dekat Los Angeles.

Sebuah undang-undang yang melarang senapan serbu berakhir pada tahun 2004 dan Kongres telah berulang kali gagal memperbaruinya bahkan ketika negara tersebut berulang kali mengalami penembakan massal.

Banyak Republikan menentang larangan mengutip hak konstitusional untuk kepemilikan senjata.

Simak Video: Penembakan Massal Terjadi Lagi di California, Pelaku Lansia!

[Gambas:Video 20detik]



(maa/knv)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT