Cerita Pria Selamat 24 Hari Terombang-ambing di Laut karena Saus Tomat

ADVERTISEMENT

Cerita Pria Selamat 24 Hari Terombang-ambing di Laut karena Saus Tomat

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 21 Jan 2023 20:34 WIB
Elvis Francois, shown here being checked by a doctor after his rescue on the Caribbean Sea, says he survived 24 days living on ketchup, stock cubes and garlic powder © - / Colombian National Navy/AFP
Elvis Francois menjalani perawatan usai berhari-hari terombang-ambing di laut. (Colombian National Navy/AFP)
Jakarta -

Elvis Francois, pria berusia 47 tahun itu akhirnya berhasil diselamatkan setelah terombang-ambing di lautan selama 24 hari. Dia bertahan hidup dengan mengonsumsi saus tomat di atas perahu layarnya.

"Saya tidak memiliki makanan. Hanya ada sebotol saos tomat yang ada di atas kapal, serbuk bawang putih dan (kaldu kubus) Maggi. Jadi saya mencampurnya dengan air untuk bertahan hidup selama 24 hari di lautan," ucap Francois.

Dilansir AFP, Jumat (20/1), Francois berhasil diselamatkan oleh Angkatan Laut Kolombia. Dia menuliskan pesan berbunyi 'HELP' pada lumbung kapalnya dan ditemukan hanyut di perairan berjarak 120 mil laut sebelah barat laut Puerto Bolivar, La Guajira.

Francois mengaku sudah melakukan berbagai cara agar diselamatkan. Dari mulai menyalakan api di atas kapal, dan membuat sinyal lainnya dari kaca.

"Pada hari-hari terakhir, sekitar 15 Januari, saya melihat sebuah pesawat. Saya memiliki kaca. Saya membuat beberapa sinyal," tuturnya, sembari menggambarkan bagaimana dirinya memiringkan kaca untuk menangkap cahaya matahari dan menarik perhatian.

Beruntungnya ada pesawat yang membaca 'sinyal' Francois. Dia senang akhirnya bisa diselamatkan

"Mereka (pesawat-red) melewati kapal dua kali jadi saya menyadari mereka melihat saya. Saya bersyukur bisa hidup saat ini karena mereka," ucap Francois.

Menurut Francois, awak pesawat itu memberitahu Angkatan Laut Kolombia, yang kemudian melakukan operasi penyelamatan terhadap Francois dengan bantuan sebuah kapal niaga.

"24 hari, tanpa daratan. Tidak ada orang yang diajak berbicara. Tidak tahu apa yang harus dilakukan. Tidak tahu di mana Anda berada. Itu sulit. Ada momen saya kehilangan harapan. Saya memikirkan keluarga saya," katanya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT