Qatar Selidiki Kematian Pekerja Migran di Area Latihan Piala Dunia

ADVERTISEMENT

Qatar Selidiki Kematian Pekerja Migran di Area Latihan Piala Dunia

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 09 Des 2022 16:18 WIB
FILE - Pakistani migrant laborers pose for a photograph, as they take a break, on the corniche, overlooking the skyline of Doha, Qatar, Wednesday, Oct. 19, 2022. Migrant laborers who built Qatars World Cup stadiums often worked long hours under harsh conditions and were subjected to discrimination, wage theft and other abuses as their employers evaded accountability, a rights group said in a report released Thursday. (AP Photo/Nariman El-Mofty, File)
Ilustrasi pekerja migran di Qatar (dok. Nariman El-Mofty/AP)
Doha -

Otoritas Qatar meluncurkan penyelidikan keselamatan kerja terkait kematian seorang pekerja migran. Pekerja asal Filipina itu meninggal dunia di salah satu area latihan Piala Dunia 2022.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (9/12/2022), Kepala Eksekutif Piala Dunia 2022 di Doha, Nasser Al Khater, mengonfirmasi kepada Reuters bahwa seorang pekerja telah meninggal dunia, namun tanpa memberikan informasi lebih detail seputar kematian itu.

Al Khater dalam pernyataannya menyebut 'kematian adalah bagian alami dari kehidupan' sembari menyampaikan belasungkawa untuk keluarga pekerja itu.

Laporan media online The Athletic pada Rabu (7/12) waktu setempat menyebut seorang pria Filipina yang dikontrak untuk memperbaiki lampu di area parkir mobil di Sealine Resort, yang menjadi area latihan timnas Arab Saudi, meninggal dunia setelah terpeleset.

"Terpeleset dari tanjakan saat berjalan di sebelah kendaraan dan terjatuh dengan kepala terlebih dulu, membentur beton," sebut The Athletic dalam laporannya yang mengutip sejumlah sumber.

Disebutkan The Athletic bahwa insiden itu terjadi saat pertandingan Piala Dunia tengah berlangsung, namun tidak disebut secara spesifik kapan. Pihak Sealine Resort belum memberikan tanggapannya.

Seorang pejabat pemerintah Qatar yang enggan disebut namanya menuturkan penyelidikan tengah dilakukan.

"Jika penyelidikan menyimpulkan bahwa protokol keselamatan tidak dipatuhi, perusahaan akan dikenai tindakan hukum dan sanksi finansial yang berat," sebut pejabat pemerintah Qatar itu saat dihubungi Reuters.

"Tingkat kecelakaan kerja telah secara konsisten menurun di Qatar sejak standar kesehatan dan keselamatan ketat diberlakukan dan penegakan telah ditingkatkan," imbuh pejabat tersebut.

Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT