Bintang Basket AS Bebas Usai Tukar Tahanan dengan Pedagang Senjata Rusia

ADVERTISEMENT

Bintang Basket AS Bebas Usai Tukar Tahanan dengan Pedagang Senjata Rusia

Arief Ikhsanudin - detikNews
Jumat, 09 Des 2022 06:22 WIB
U.S. basketball player Brittney Griner, who was detained at Moscows Sheremetyevo airport and later charged with illegal possession of cannabis, stands inside a defendants cage before the courts verdict in Khimki outside Moscow, Russia August 4, 2022. REUTERS/Evgenia Novozhenina/Pool
Foto: Brittney Griner saat ditahan di Rusia (REUTERS/EVGENIA NOVOZHENINA)
Jakarta -

Bintang basket Amerika Serikat (AS) Brittney Griner dibebaskan usai ditahan oleh Rusia karena dugaan kasus narkoba. Dia, bebas usai negosiasi dan pertukaran tahanan dengan pedagang senjata Rusia.

Dilansir AFP, Jumat (9/12/2022), Griner (32), ditangkap di Rusia pada Februari lalu atas tuduhan narkoba. Sedangkan Viktor Bout (55), divonis hukuman 25 tahun di penjara AS. Keduanya ditukar di bandara di Abu Dhabi pada Kamis (8/12).

Dalam rekaman yang dirilis oleh media pemerintah Rusia, Griner, dengan rambut gimbalnya yang dicukur, dan Bout yang santai dan bersemangat terlihat melintasi jalur di landasan bandara dan menuju ke pesawat yang akan membawa mereka pulang.

Presiden AS Joe Biden mengumumkan pembebasan Griner dalam pidatonya di Gedung Putih. "Dia selamat. Dia di pesawat. Dia sedang dalam perjalanan pulang," katanya.

Presiden mengatakan dia telah berbicara dengannya dan dia "bersemangat" setelah menderita "trauma yang tidak perlu."

Griner merupakan peraih medali emas Olimpiade dua kali, juara WNBA dan perintis LGBT, ditangkap di bandara Moskow sembilan bulan lalu dengan latar belakang meningkatnya ketegangan di Ukraina.

Dia dituduh memiliki kartrid vape dengan sejumlah kecil minyak ganja dan dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara pada bulan Agustus.

Sementara itu, Bout, yang dituduh mempersenjatai pemberontak dalam beberapa konflik paling berdarah di dunia, ditahan dalam operasi penyerangan AS di Thailand pada 2008, diekstradisi ke Amerika Serikat dan dijatuhi hukuman 25 tahun penjara pada 2012.

Sementara itu, warga Amerika lainnya yang ditahan di Rusia, Paul Whelan, mantan Marinir AS, bukan bagian dari pertukaran hari Kamis dan dia mengatakan kepada CNN bahwa dia "sangat kecewa." Whelan ditahan pada 2018 dan dituduh sebagai mata-mata.

"Saya tidak mengerti mengapa saya masih duduk di sini," kata Whelan kepada jaringan televisi AS melalui sambungan telepon dari penjara Rusia tempat dia dipenjara.

Biden berjanji untuk mendapatkan kebebasan Whelan, dengan mengatakan "kami tidak akan pernah menyerah."

"Sayangnya, untuk alasan yang sama sekali tidak sah, Rusia memperlakukan kasus Paul berbeda dari kasus Brittney," katanya.

Mengenai pembebasan Griner, Biden mengatakan "ini adalah hari yang telah lama kami upayakan. Butuh negosiasi yang melelahkan dan intens."

Lihat juga video 'Putin Nyetir Mobil Keliling Daerah Perang Krimea':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/aik)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT