Netanyahu Jadi PM Israel Lagi, AS Tegaskan Bela Perjuangan Palestina

ADVERTISEMENT

Netanyahu Jadi PM Israel Lagi, AS Tegaskan Bela Perjuangan Palestina

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 05 Des 2022 11:13 WIB
US Secretary of State Antony Blinken speaks to the press about the war in Ukraine, at the State Department in Washington, DC, March 17, 2022. - Blinken said Thursday that Russia was not making serious efforts in negotiations with Ukraine to end the three-week war.
Menlu AS Antony Blinken (dok. AFP/SAUL LOEB)
Washington DC -

Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Antony Blinken menegaskan akan menilai pemerintahan baru Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu berdasarkan tindakannya. Blinken juga menegaskan bahwa pemerintahan AS di bawah Presiden Joe Biden akan terus membela perjuangan Palestina.

Seperti dilansir AFP, Senin (5/12/2022), Blinken juga bersumpah akan menentang setiap permukiman maupun pencaplokan yang dicetuskan dan dilakukan oleh otoritas Israel di wilayah Tepi Barat.

Netanyahu akan kembali berkuasa dalam beberapa hari, setelah berhasil mengamankan kesepakatan koalisi pemerintahan dengan gerakan sayap kanan ekstrem, termasuk Zionisme Religius yang ditetapkan akan memegang jabatan mengurusi permukiman di wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel.

Berbicara kepada kelompok advokasi AS yang pro-Israel, J Street, Blinken mengucapkan selamat kepada Netanyahu, pemimpin veteran Israel yang pernah terlibat bentrok dengan pemerintahan AS yang dikuasai Partai Demokrat sebelumnya.

"Kami akan mengukur pemerintah dengan kebijakan yang diupayakannya daripada kepribadian individunya," tegas Blinken dalam pernyataannya.

Namun Blinken juga menegaskan bahwa pemerintahan Biden akan bekerja 'tanpa henti' untuk mempertahankan 'cakrawala harapan' untuk pembentukan negara Palestina, meskipun meredup.

"Kami juga akan terus menentang secara tegas setiap tindakan yang merusak prospek solusi dua-negara, termasuk langkah-langkah yang mengarah pada aneksasi Tepi Barat, namun tidak terbatas pada perluasan permukiman, gangguan terhadap status quo bersejarah atas tempat-tempat suci, penghancuran dan penggusuran dan penghasutan untuk melakukan kekerasan," jelas Blinken.

Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.

Saksikan juga '5 Warga Palestina Tewas Dibunuh Tentara Israel':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT