Tunjuk Politikus Terjerat Korupsi Jadi Wakil PM, Anwar Ibrahim Dikritik

ADVERTISEMENT

Tunjuk Politikus Terjerat Korupsi Jadi Wakil PM, Anwar Ibrahim Dikritik

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 03 Des 2022 10:39 WIB
President of the United Malays National Organisation (UMNO) Ahmad Zahid Hamidi waves as he enters the National Palace to meet Malaysias king in Kuala Lumpur on November 23, 2022. - No clear winner has emerged from the election on November 19, leaving the nation of 33 million people in extended political limbo. (Photo by Mohd RASFAN / AFP)
Ahmad Zahid Hamidi ditunjuk menjadi salah satu Wakil PM dalam kabinet pemerintahan Anwar Ibrahim (AFP/MOHD RASFAN)
Kuala Lumpur -

Keputusan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim menunjuk Ahmad Zahid Hamidi, pemimpin koalisi Barisan Nasional dan Ketua UMNO, sebagai satu dari dua Wakil PM menuai kritikan tajam. Sebabnya, Ahmad Zahid sempat terjerat rentetan kasus korupsi.

Seperti dilansir The Star, Sabtu (3/12/2022), kritikan terhadap Anwar dilontarkan oleh wakil ketua Sayap Bersekutu dalam Partai Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu), Dr Robert Ling Kui Ee. Bersatu yang diketuai Muhyiddin Yassin tergabung dalam koalisi Perikatan Nasional yang kini menempatkan diri sebagai oposisi.

Robert Ling dalam pernyataannya yang dirilis setelah Anwar mengumumkan susunan kabinetnya pada Jumat (2/12) malam, menyebut penunjukan Ahmad Zahid menempati posisi terkuat kedua dalam pemerintahan sama saja memberikan isyarat kepada dunia bahwa Malaysia mentolerir korupsi.

Disebutkan Robert Ling bahwa penunjukan Ahmad Zahid menjadi pengkhianatan terhadap para pemilih oleh koalisi Pakatan Harapan dan Anwar sendiri. Dia juga menilai bahwa penunjukan Ahmad Zahid yang terjerat banyak dakwaan korupsi akan berdampak pada posisi keuangan global Malaysia.

"Anwar mengumumkan Ahmad Zahid sebagai Wakil Perdana Menteri Malaysia yang baru. Ahmad Zahid menghadapi 47 dakwaan korupsi di Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur. Ini termasuk 12 dakwaan pelanggaran kepercayaan, 27 dakwaan pencucian uang dan delapan dakwaan penyuapan," sebut Robert Ling.

"Belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Malaysia, seseorang yang menghadapi dakwaan korupsi ditunjuk menempati posisi terkuat kedua dalam pemerintahan," kecamnya.

"Ini tidak lain menjadi rasa malu luar biasa dan aib mutlak bagi negara kita dan pengkhianatan total terhadap semua rakyat Malaysia, baik mereka yang memilih Pakatan mau pun mereka yang tidak memilih," cetus Robert Ling dalam pernyataannya.

Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.

Saksikan juga 'Tantangan Berat Anwar Ibrahim Pimpin Malaysia di Masa Sulit':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT