Zelensky: 1.319 Tahanan Perang Telah Dipulangkan ke Ukraina

ADVERTISEMENT

Zelensky: 1.319 Tahanan Perang Telah Dipulangkan ke Ukraina

Matius Alfons Hutajulu - detikNews
Jumat, 02 Des 2022 01:06 WIB
Ukraines President Volodymyr Zelenskiy awards a Ukrainian serviceman as he visits Kherson, Ukraine November 14, 2022.  Ukrainian Presidential Press Service/Handout via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY.
Foto: Ukrainian Presidential Press Service/Handout via REUTERS
Kiev -

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melaporkan 1.300 lebih tahanan telah dikembalikan ke Ukraina sejak perang antara Rusia dan Ukraina meletus. Zelensky bersumpah tidak akan berhenti sampai semua tahan kembali ke Ukraina.

Seperti dilansir AFP, Jumat (2/12/2022), Zelensky berbicara setelah berlangsungnya proses pertukaran tahanan baru dengan pasukan Rusia dan pro-Rusia. Dia menyebut total ada 1.319 tahanan perang yang kembali ke Ukraina.

"Setelah pertukaran hari ini, sudah ada 1.319 pahlawan yang kembali ke rumah," kata Zelensky di Instagram, memposting foto yang memperlihatkan beberapa lusin pria memegang bendera Ukraina.

"Kami tidak akan berhenti sampai kami mendapatkan semua orang kami kembali," lanjut pemimpin Ukraina itu.

Sementara itu, Kepala Staf Zelensky, Andriy Yermak, mengatakan 50 warga Ukraina telah pulang. Mayoritas tahanan itu dipulangkan dalam kondisi terluka.

"Kami mengembalikan para pembela Mariupol dan Azovstal, kami mengembalikan tahanan yang berada di Olenivka dan terluka, khususnya selama pertempuran di wilayah Donetsk, Lugansk, dan Zaporizhzhia," kata Yermak di Telegram.

Tak hanya Ukraina, Kementerian Pertahanan Rusia juga mengatakan pihaknya telah menerima 50 tawanan perang dari Ukraina. Mereka disebut berada dalam bahaya maut di penangkaran.

Sementara itu, untuk informasi, pada bulan Juli, puluhan tentara Ukraina tewas setelah pemboman penjara Olenivka yang dikuasai Moskow di wilayah timur Donetsk. Rusia dan Ukraina saling menuduh atas serangan itu. Warga Ukraina yang ditahan di fasilitas itu termasuk anggota batalion Azov, yang mempertahankan pabrik baja Azovstal di kota pelabuhan Mariupol, Ukraina, sebelum menyerah ke Moskow.

(maa/maa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT