Pemimpin ISIS Abu Hasan al-Hashimi al-Qurashi Tewas dalam Pertempuran

ADVERTISEMENT

Pemimpin ISIS Abu Hasan al-Hashimi al-Qurashi Tewas dalam Pertempuran

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Rabu, 30 Nov 2022 23:22 WIB
A fluttering Islamic State flag is flown over a hill in Tel Abyad town on the Syrian-Turkish border, Raqqa countryside, in this September 24, 2014 file photo. The United States is accelerating efforts to help Turkey clamp down on its border with Syria, senior U.S. officials said, and for the first time will offer technologies to Ankara to help it secure the frontier. Picture taken September 24, 2014. REUTERS/Stringer/Files
Foto: Bendera ISIS (REUTERS/Stringer/Files)
Baghdad -

Kelompok jihad Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengumumkan kematian pemimpinnya, Abu Hasan al-Hashimi al-Qurashi. Hashimi dilaporkan tewas dalam pertempuran.

Dilansir AFP, Rabu (30/11/2022), juru bicara ISIS mengungkapkan bahwa Hashimi yang merupakan warga Irak tewas dalam pertempuran dengan musuh Tuhan. Tidak dijelaskan lebih jauh kapan Hashimi tewas.

Kelompok militan itu kemudian menunjuk Abu al-Husayn al-Husayni al-Qurashi sebagai pengganti Hashimi.

Untuk diketahui, Hashimi baru saja ditunjuk sebagai pemimpin baru ISIS pada Maret 2022 lalu setelah kematian Abu Ibrahim al-Qurashi. Kala itu, Qurashi tewas meledakkan diri pada awal Februari saat diserbu tentara Amerika Serikat (AS) di barat laut Suriah, sebuah daerah yang dikendalikan oleh para jihadis saingannya.

"Jihadis ISIS telah berjanji setia kepada Abu Hasan al-Hashemi al-Qurashi sebagai amir atas orang-orang beriman dan khalifah umat Islam," kata juru bicara ISIS dalam rekaman audio yang mengkonfirmasi kematian mantan kepala ISIS bersama anggota kelompok itu, seperti dilansir dari AFP, Kamis (10/3/2022).

Dilansir dari Reuters, Jumat (4/2), Quraishi diketahui memimpin ISIS sejak kematian Abu Bakr al-Baghdadi, pendiri dan pemimpin ISIS sebelumnya, tahun 2019 juga dalam operasi khusus militer AS. Baghdadi pada saat itu juga dilaporkan meledakkan diri saat digerebek militer AS di Suriah.

Menurut Presiden Joe Biden dan sejumlah pejabat AS, saat pasukan khusus AS mendekati persembunyian Quraishi di Suriah bagian barat laut pada Kamis (3/2) dini hari waktu setempat, dia memicu sebuah ledakan yang menewaskan dirinya dan anggota keluarganya sendiri, termasuk anak-anak.

(mae/isa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT