Rusia Sebut NATO 'Kriminal' karena Pasok Senjata ke Ukraina

ADVERTISEMENT

Rusia Sebut NATO 'Kriminal' karena Pasok Senjata ke Ukraina

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 30 Nov 2022 16:38 WIB
Deputy Chairman of Russias Security Council Dmitry Medvedev attends a military parade on Victory Day, which marks the 77th anniversary of the victory over Nazi Germany in World War Two, in Red Square in central Moscow, Russia May 9, 2022. Sputnik/Ekaterina Shtukina/Pool via REUTERS
Dmitry Medvedev (dok. Sputnik/Ekaterina Shtukina/Pool via REUTERS)
Moskow -

Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev memperingatkan aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk tidak mengirimkan sistem pertahanan rudal Patriot buatan Amerika Serikat (AS) kepada Ukraina.

Medvedev yang juga sekutu dekat Presiden Vladimir Putin ini mengecam aliansi NATO sebagai 'entitas kriminal' karena mengirimkan persenjataan ke Ukraina yang disebutnya sebagai 'rezim ekstremis'.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (30/11/2022), Medvedev yang menjabat Presiden Rusia tahun 2008-2012 lalu, mencuat sebagai salah satu pendukung radikal untuk invasi Rusia ke Ukraina, yang menuai kritikan Barat. Dia bahkan melontarkan kecaman-kecaman keras untuk Barat via media sosial.

Komentar terbaru Medvedev disampaikan setelah otoritas Ukraina meminta mitra-mitra Barat untuk mengirimkan pertahanan udara, termasuk sistem rudal Patriot, untuk melindungi wilayahnya dari serangan pasukan Rusia terhadap infrastruktur energi.

"Jika, seperti yang diisyaratkan (Sekretaris Jenderal NATO Jens) Stoltenberg, NATO akan memasok sistem Patriot kepada para fanatik Ukraina bersama dengan personel NATO, mereka akan dengan segera menjadi target yang sah bagi Angkatan Bersenjata kami," tegas Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia itu dalam pernyataan via Telegram.

Tidak jelas apakah Medvedev merujuk pada sistem Patriot, pasukan Ukraina atau personel NATO saat menyebut target sah.

"Dunia yang beradab tidak membutuhkan organisasi ini. Mereka harus bertobat untuk kemanusiaan dan dibubarkan sebagai entitas kriminal," cetus Medvedev yang kini menjabat Wakil Kepala Dewan Keamanan Rusia.

Para menteri dari negara anggota NATO mengutuk keras apa yang mereka sebut sebagai 'serangan terus-menerus dan tidak masuk akal terhadap warga sipil dan infrastruktur energi Ukraina'. Mereka juga berjanji untuk meningkatkan dukungan untuk Kiev yang terus diinvasi oleh pasukan Rusia.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT