Dituduh Jadi Agen Israel, Anwar Ibrahim Perintahkan Polisi Bertindak!

ADVERTISEMENT

Dituduh Jadi Agen Israel, Anwar Ibrahim Perintahkan Polisi Bertindak!

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 29 Nov 2022 12:17 WIB
In this photo provided by Prime Minister Office, Malaysias Prime Minister Anwar Ibrahim talks on phone on his first day at the prime ministers office in Putrajaya, Malaysia, Friday, Nov. 25, 2022. (Prime Minister office via AP)
PM Malaysia Anwar Ibrahim (dok. AP/Kantor Perdana Menteri)
Kuala Lumpur -

Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim menginstruksikan kepolisian untuk menyelidiki tuduhan-tuduhan bersifat fitnah dan mengandung elemen rasial ekstrem terhadap dirinya, yang bermunculan beberapa waktu terakhir.

Seperti dilansir The Star, Selasa (29/11/2022), Anwar mengenakan baju Melayu lengkap dengan kain samping dan mengenakan capal (sandal kulit) saat pertama masuk kantor sebagai PM Malaysia di Putrajaya pada Jumat (25/11) lalu. Pilihan Anwar memakai capal sempat memicu perdebatan netizen di media sosial.

Tidak hanya itu, laporan salah satu media lokal pada Minggu (27/11) waktu setempat yang mengutip pemimpin redaksi surat kabar Israel Haaretz, Esther Solomon, menyebut penunjukan Anwar sebagai PM berpotensi membuka hubungan antara Israel dan Malaysia.

Dalam cuitannya, Solomon menyebut Anwar tidak seperti mantan PM Tun Dr Mahathir Mohamad yang secara terang-terangan mengecam kebijakan Israel. Dia menambahkan bahwa Israel akan menyukai hubungan dekat dengan Malaysia. Cuitan Solomon itu disambut balasan bernada kemarahan dari netizen Malaysia.

Direktur komunikasi Pakatan Harapan, Fahmi Fadzil, menyatakan Anwar tidak mempersoalkan kritikan soal dirinya memakai capal pada hari pertama menjabat dan kritikan-kritikan sepele lainnya. Pakatan Harapan merupakan koalisi pimpinan Anwar, yang meraup 83 kursi dalam parlemen atau Dewan Rakyat.

"Namun kami menetapkan batasan pada elemen seperti fitnah dan tuduhan (Anwar) menjadi agen Israel. Perdana Menteri telah meminta polisi untuk mengambil tindakan," ungkap Fahmi kepada wartawan setempat.

Pernyataan itu disampaikan Fahmi setelah rapat dewan kepresidenan digelar pada Senin (28/11) waktu setempat. Dia menyebut rapat dewan kepresidenan juga fokus membahas sentimen rasial ekstrem yang dimainkan kalangan tertentu.

Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.

Lihat Video: Tantangan Berat Anwar Ibrahim Pimpin Malaysia di Masa Sulit

[Gambas:Video 20detik]






ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT