AS Kaji Kirim Senjata Canggih ke Ukraina yang Bisa Hantam Rusia

ADVERTISEMENT

AS Kaji Kirim Senjata Canggih ke Ukraina yang Bisa Hantam Rusia

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 28 Nov 2022 17:37 WIB
Amerika Serikat mengirimkan senjata canggih untuk memperkuat Ukraina melawan Rusia. Salah satu senjata yang dikirim adalah sistem roket canggih M142 HIMARS.
Ilustrasi -- Bantuan persenjataan AS untuk Ukraina yang diinvasi Rusia (dok. AFP/Fadel Senna)
Washington DC -

Pentagon atau Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) tengah mempertimbangkan proposal Boeing untuk memasok Ukraina dengan persenjataan canggih yang mampu melancarkan serangan hingga sejauh 150 kilometer. Senjata itu akan memungkinkan Ukraina menyerang jauh ke belakang garis pertahanan Rusia.

Seperti dilansir Reuters, Senin (28/11/2022), proposal Boeing itu mengusulkan bom presisi berukuran kecil dan dengan biaya murah yang bisa dimuat ke dalam roket-roket yang sudah tersedia. Pertimbangan ini dibahas di tengah semakin menyusutnya pasokan persenjataan AS dan sekutu-sekutunya.

Opsi persenjataan dengan jangkau jarak jauh itu juga dibahas saat Barat mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat dari Ukraina untuk persenjataan lebih canggih dengan perang terus berlanjut.

Sistem persenjataan yang diusulkan Boeing itu disebut Bom Diameter yang Diluncurkan dari Darat (GLSDB). Menurut sejumlah sumber, senjata itu menjadi salah satu dari setengah lusin rencana memproduksi persenjataan baru secara khusus untuk Ukraina dan sekutu-sekutu AS di kawasan Eropa Timur.

Dokumen yang ditinjau oleh Reuters dan tiga orang lainnya yang memahami rencana tersebut, menyebutkan bahwa GLSDB akan bisa dikirimkan ke Ukraina paling cepat pada awal musim semi tahun 2023 mendatang.

Senjata itu disebut mengkombinasikan Bom Diameter Kecil (SDB) GBU-39 dengan motor roket M26, di mana keduanya umum dalam pasokan persenjataan AS.

Terlepas dari itu, meskipun AS menolak permintaan Ukraina untuk rudal ATACMS dengan jangkauan 297 kilometer, persenjataan GLSDB dengan jangkauan 150 kilometer akan memungkinkan pasukan Ukraina untuk menyerang target militer yang sebelumnya berada di luar jangkauan.

Disebutkan juga bahwa persenjataan itu akan membantu Kiev untuk terus menekan dengan serangan-serangan balasan yang mengganggu area-area belakang pasukan Rusia.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Lihat juga Video: Presiden Zelensky: Rusia Sedang Mempersiapkan Gelombang Serangan Baru

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT