Rekor! Kasus COVID-19 di China Tembus 40 Ribu Sehari

ADVERTISEMENT

Rekor! Kasus COVID-19 di China Tembus 40 Ribu Sehari

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 28 Nov 2022 13:23 WIB
People take part in a protest against coronavirus disease (COVID-19) curbs in Shanghai, China, November 27, 2022, in this screen grab obtained from a social media video. Eva Rammeloo/via REUTERS  THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. MANDATORY CREDIT. NO RESALES. NO ARCHIVES.
Unjuk rasa memprotes pembatasan Corona marak di berbagai wilayah China (dok. Reuters/Pool/Eva Rammeloo)
Beijing -

China kembali mencetak rekor tertinggi untuk jumlah kasus harian virus Corona (COVID-19) di wilayahnya. Rekor baru ini tercatat di tengah meluasnya unjuk rasa langka memprotes pembatasan ketat Corona di berbagai kota, termasuk ibu kota Beijing.

Seperti dilansir Channel News Asia, Senin (28/11/2022), Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan pada Senin (28/11) waktu setempat bahwa sedikitnya 40.052 kasus Corona tercatat dalam sehari, secara nasional di negara tersebut.

Angka itu menggeser rekor tertinggi untuk kasus harian Corona sebelum dan melebihi 39.506 kasus yang tercatat sehari sebelumnya. Sudah lima hari berturut-turut China mencetak rekor tertinggi untuk kasus harian Corona di wilayahnya.

Kota-kota besar seperti Guangzhou dan Chongqing, yang melaporkan ribuan kasus baru, tengah berjuang mengatasi kemunculan wabah baru Corona. Sedangkan ratusan kasus Corona lainnya tercatat di beberapa kota lainnya di wilayah China sepanjang Minggu (27/11) waktu setempat.

Laporan South China Morning Post (SCMP) menyebut dari 40.052 kasus Corona yang tercatat dalam sehari terakhir di China, sebanyak 36.304 kasus di antaranya tidak menunjukkan gejala atau tanpa gejala.

Sekitar 104 kasus Corona di antaranya diidentifikasi sebagai kasus 'parah'.

Rekor tertinggi untuk kasus harian Corona ini tercatat saat unjuk rasa memprotes pembatasan Corona marak terjadi di beberapa kota di China, seperti Shanghai, Beijing, Chengdu, Guangzhou dan Wuhan yang merupakan titik nol kasus COVID-19.

Unjuk rasa semacam ini belum pernah terjadi sebelumnya di China selama Presiden Xi Jinping berkuasa satu dekade terakhir. Ruang untuk perbedaan pendapat diketahui telah dihilangkan di bawah pemerintahan Xi.

Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT