Warga Protes Lockdown Covid-19 Usai Kebakaran di Xinjiang

ADVERTISEMENT

Warga Protes Lockdown Covid-19 Usai Kebakaran di Xinjiang

Dwi Andayani - detikNews
Minggu, 27 Nov 2022 02:21 WIB
Warga Guangzhou mengamuk kena lockdown, penolakan kebijakan Nol Covid di China makin besar
Guangzhou kena lockdown setelah terjadi lonjakan kasus Covid baru-baru ini. (Getty Images)
Jakarta -

Warga di wilayah Xinjiang melakukan aksi protes terhadap pelebaran penguncian wilayah akibat Covid-19. Penguncian ini dilakukan karena tercatat adanya rekor baru infeksi nasional.

Dilansir Reuters, Minggu (27/11/2022) massa turun ke jalan pada Jumat malam di ibu kota Xinjiang, Urumqi. Massa meneriakkan "Akhiri penguncian!" dan mengacungkan tinju ke udara.

Disebutkan dalam video beredar pada media sosial di China, aksi protes ini memuncak setelah adanya kebakaran mematikan pada hari Kamis (24/11) yang memicu kemarahan atas penguncian COVID-19 yang berkepanjangan.

Video memperlihatkan orang-orang di alun-alun menyanyikan lagu kebangsaan China dengan liriknya, "Bangkitlah, mereka yang menolak menjadi budak!" sementara yang lain berteriak ingin dibebaskan dari lockdown.

Disebutkan, Reuters memverifikasi bahwa rekaman itu diterbitkan dari Urumqi, di mana banyak dari 4 juta penduduknya berada di bawah penguncian terlama di negara itu. Disebutkan para penduduk dilarang meninggalkan rumah mereka selama 100 hari.

Di ibu kota Beijing yang berjarak 2.700 km, beberapa penduduk yang dikurung melakukan protes skala kecil atau mengonfrontasi pejabat lokal mereka atas pembatasan pergerakan yang diberlakukan pada mereka.

Percikan krusial kemarahan publik adalah kebakaran di gedung bertingkat tinggi di Urumqi yang menewaskan 10 orang pada Kamis malam. Kejadian ini viral di media sosial karena banyak pengguna internet menduga bahwa warga tidak dapat melarikan diri tepat waktu karena sebagian gedung terkunci.

Sementara itu pejabat Urumqi mengadakan konferensi pers pada dini hari Sabtu dan menyangkal penguncian Covid telah menghambat pelarian dan penyelamatan.

Penguncian yang direncanakan untuk kompleks "Berlin Aiyue" dibatalkan pada hari Jumat setelah penduduk memprotes pemimpin lokal dan meyakinkannya untuk membatalkannya. Pada Sabtu malam, setidaknya sepuluh kompleks lainnya mencabut penguncian sebelum tanggal akhir yang diumumkan setelah warga mengeluh, menurut penghitungan Reuters dari postingan media sosial oleh warga.

Lihat juga Video: Laporan PBB: China Langgar HAM Serius Kelompok Uighur di Xinjiang

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/dwia)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT