5 Gebrakan Anwar Ibrahim Usai Dilantik Jadi PM Malaysia

ADVERTISEMENT

5 Gebrakan Anwar Ibrahim Usai Dilantik Jadi PM Malaysia

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 26 Nov 2022 07:59 WIB
Malaysias newly appointed Prime Minister Anwar Ibrahim signing a document as he clocks in to the Prime Minister office on his first day holding the premier position at Putrajaya, Malaysia November 25, 2022. Malaysian Department of Information/Wazari Wazir/Handout via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. NO RESALES. NO ARCHIVES. MANDATORY CREDIT
Perdana Menteri Anwar Ibrahim (Departemen Penerangan Malaysia/Wazari Wazir/Reuters).
Jakarta -

Perdana Menteri (PM) baru Malaysia Anwar Ibrahim memberikan gebrakan usai dilantik. Seperti soal menolak gaji PM dan memotong gaji menteri.

Seperti dilansir Malay Mail dan The Star, Jumat (25/11/2022), Anwar mulai menjabat PM ke-10 Malaysia pada Jumat (25/11) pagi waktu setempat. Dia tiba di kantor PM yang disebut Perdana Putra di Putrajaya, sebelum pukul 10.00 waktu setempat.

Prioritas utama Anwar adalah memulihkan perekonomian Malaysia.

"Saya bersyukur bahwa hari ini dan sebelum ini, situasi dan kepercayaan investor telah berubah. Ringgit menguat dan pasar saham hidup kembali," ucapnya.

"Mari kita sekarang fokus pada perekonomian dan melakukan apa pun yang diperlukan untuk menghidupkan kembali (perekonomian) agar kesejahteraan rakyat, khususnya yang miskin dan terpinggirkan, akan terlindungi," cetus Anwar seperti dilansir Malay Mail.


Berikut beberapa gebrakan yang dilakukan oleh Anwar Ibrahim:

1) Berantas Korupsi

Anwar menegaskan bahwa pemerintahan yang baik, tanpa adanya korupsi, ditegakkannya independensi peradilan dan yang terpenting, kesejahteraan rakyat akan dipegang teguh oleh pemerintahan yang dipimpinnya nanti.

Dia menekankan bahwa rakyat Malaysia menginginkan perubahan, yang terlihat dalam hasil pemilu 19 November, dan memiliki harapan baru dari pemerintahan yang baru.

"Untuk mengangkat martabat (Malaysia) mereka, hentikan korupsi dan penyalahgunaan wewenang, urusi kepentingan rakyat," tegas Anwar seperti dilansir kantor berita Bernama.

2) Bentuk Pemerintahan 'Persatuan Nasional'

Anwar menyampaikan akan membentuk pemerintahan 'Persatuan Nasional.' Yaitu pemerintahan yang terdiri dari koalisi Pakatan Harapan yang dipimpinnya, dan koalisi Barisan Nasional yang dipimpin UMNO, dan Gabungan Partai Sarawak.

Anwar membuka pintu bagi koalisi atau partai politik lainnya yang ingin bergabung. Seruan ini diduga merujuk pada koalisi Perikatan Nasional yang dipimpin mantan PM Muhyiddin Yassin, yang sempat mempersoalkan penunjukan Anwar sebagai PM.

"Saya memiliki pandangan yang sangat terbuka. Ini adalah pemerintahan 'Persatuan Nasional'; semuanya diterima, dengan syarat Anda menerima aturan dasar pemerintahan yang baik, tidak ada korupsi, dan Malaysia untuk semua rakyat Malaysia," cetus Anwar seperti dilansir Malay Mail.

Selain didukung koalisi besar, Anwar juga mendapat dukungan partai-partai lebih kecil seperti Partai Warisan, Partai Ikatan Demokratik Malaysia (Muda) dan Partai Bangsa Malaysia (PBM). Dia menyatakan akan mempertimbangkan partai-partai yang mendukung dirinya dalam menyusun kabinet pemerintahan.

Disebutkan juga oleh Anwar bahwa calon Wakil PM dari negara bagian di Borneo dan Semenanjung Malaysia tengah dipertimbangkan.

Selengkapnya di halaman berikut

Simak Video 'Tantangan Berat Anwar Ibrahim Pimpin Malaysia di Masa Sulit':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT