Gempa M 6,1 Guncang Turki, Korban Luka Bertambah Jadi 50 Orang

ADVERTISEMENT

Gempa M 6,1 Guncang Turki, Korban Luka Bertambah Jadi 50 Orang

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 23 Nov 2022 15:29 WIB
DUZCE, TURKIYE - NOVEMBER 23: A view of damaged court house after 5.9-magnitude earthquake jolted western Turkish province of Duzce on November 23, 2022. (Photo by Omer Urer/Anadolu Agency via Getty Images)
kerusakan akibat gempa bumi di Turki (Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency)
Jakarta -

Jumlah korban luka akibat gempa bumi yang mengguncang Turki telah bertambah menjadi 50 orang. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa gempa dengan Magnitudo (M) 6,1 tersebut.

Gempa dangkal tersebut mengguncang sekitar 170 kilometer (105 mil) timur Istanbul, kota terbesar di negara itu. Disebutkan bahwa gempa berpusat di daratan pada kedalaman 6,81 kilometer dari permukaan Bumi.

Dilansir kantor berita AFP, Rabu (23/11/2022), otoritas nasional mengatakan gempa bumi itu berkekuatan M 5,9 - lebih rendah dari M 6,1 yang diberikan oleh badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS). Pusat gempa berada di distrik Golyaka, provinsi Duzce, meskipun gempa tersebut juga mengguncang kota-kota terdekat lainnya.

"Kami terbangun dengan suara keras dan getaran," kata warga Duzce, Fatma Colak kepada AFP.

"Kami keluar dari rumah kami dengan panik dan sekarang kami menunggu di luar," imbuhnya.

Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu, yang mengunjungi Golyaka, mengatakan satu orang terluka parah setelah melompat dari balkon karena panik.

Pihak berwenang mengatakan sekolah-sekolah ditutup pada Rabu (23/11) di provinsi Duzce dan Sakarya.

Soylu mengatakan, selain beberapa lumbung yang hancur, tidak ada laporan kerusakan berat atau bangunan runtuh, tetapi pemeriksaan terus dilakukan.

Dia mengatakan pihak berwenang akan memeriksa 8.000 bangunan untuk setiap kerusakan.

Badan bencana nasional AFAD mengatakan terjadi pemadaman listrik terkendali di wilayah Duzce, dan mendesak warga untuk tidak panik. Juga dilaporkan bahwa 101 gempa bumi susulan telah terjadi.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT