5 Hal Penting Seputar Pemilu Malaysia yang Digelar Hari Ini

ADVERTISEMENT

5 Hal Penting Seputar Pemilu Malaysia yang Digelar Hari Ini

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 19 Nov 2022 10:23 WIB
A woman casts her vote at a polling station during the 15th general election in Bera, Malaysias Pahang state on November 19, 2022. (Photo by Mohd RASFAN / AFP)
Warga Malaysia menggunakan hak suaranya dalam pemilu 19 November (AFP/MOHD RASFAN)
Kuala Lumpur -

Malaysia menggelar pemungutan suara untuk pemilu parlemen pada Sabtu (19/11) waktu setempat. Partai Organisasi Kebangsaan Melayu Bersatu (UMNO) yang kini berkuasa di Malaysia berusaha memperkuat kekuasaannya, empat tahun setelah digulingkan secara dramatis.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (19/11/2022), UMNO mengalah kekalahan mengejutkan dalam pemilu tahun 2018 lalu di tengah kemarahan para pemilih atas skandal mega korupsi 1MDB senilai miliaran dolar Amerika yang menyeret mantan Perdana Menteri (PM) Najib Razak.

Najib yang lengser dari kekuasaannya dalam pemilu tahun 2018, kini tengah mendekam di bui untuk menjalani masa hukuman 12 tahun penjara yang dijatuhkan terhadapnya terkait skandal 1MDB.

Tahun lalu, UMNO berhasil kembali ke tampuk kekuasaan dengan memanfaatkan perselisihan politik antara dua pemerintahan Malaysia yang menggantikan pemerintahan Najib. Namun UMNO dan koalisinya, Barisan Nasional, bukanlah partai yang memegang suara mayoritas dalam parlemen Malaysia.

Pemilu tahun ini akan menjadi jalan bagi UMNO untuk menetapkan dominasi dalam parlemen. Sebanyak 222 kursi parlemen akan diperebutkan dalam pemilu pada Sabtu (19/11) ini. Sebanyak 21 juta pemilih terdaftar memiliki hak suara untuk memilih anggota-anggota parlemen yang mereka dukung.

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan penting soal pemilu Malaysia, yang digelar 10 bulan lebih awal dari jadwal:

Apakah Najib akan bebas dari penjara?

Ada kekhawatiran bahwa Najib bisa menghirup udara bebas dan semua dakwaan korupsi terhadapnya bisa dibatalkan jika UMNO memenangi pemilu 19 November ini.

"Jika mereka (UMNO-red) menang dan membentuk pemerintahan, tujuan pertama mereka adalah membebaskan Najib," cetus mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dalam pernyataan bulan lalu.

Peneliti senior pada University of Nottingham Malaysia, Bridget Welsh, menilai nasib Najib akan ditentukan oleh para pemilih dalam pemilu kali ini.

"Para pemilih akan memutuskan secara efektif apakah Najib dan Presiden Partai UMNO Ahmad Zahid Hamidi tidak akan menghadapi hukuman atas dakwaan kriminal yang mereka hadapi," sebutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT