Zelensky soal Rudal Hantam Polandia: Saya Tak Tahu Apa yang Terjadi

ADVERTISEMENT

Zelensky soal Rudal Hantam Polandia: Saya Tak Tahu Apa yang Terjadi

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 17 Nov 2022 22:51 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky
Zelensky (Foto: Dok.Detikcom)
Kyiv -

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa dia tak sepenuhnya yakin apa yang menyebabkan rudal jatuh di Polandia dekat perbatasan Ukraina. Zelensky menyebut bahwa tak mungkin berbicara untuk lebih detail saat ini.

"Saya tidak tahu apa yang terjadi. Kami tidak tahu pasti. Dunia tidak tahu. Tapi saya yakin itu adalah rudal Rusia, saya yakin kami menembak dari sistem pertahanan udara," kata Zelensky seperti dilansir AFP, Kamis (17/11/2022).

Zelensky mengatakan pihaknya tak bisa bicara banyak hari ini. Dia lantas menekankan bahwa Ukraina melakukan sistem pertahanan.

"Tetapi tidak mungkin untuk membicarakan sesuatu yang spesifik hari ini, bahwa itu adalah pertahanan udara Ukraina," jelasnya.

Dua orang tewas akibat rudal yang jatuh di desa Przewodow, Polandia. Rudal itu sebelumnya sempat disebut-sebut milik Rusia, tapi ternyata justru itu milik 'tetangga' yakni Ukraina.

Dilansir dari berbagai sumber, Rabu (16/11/2022), Rudal itu jatuh pada Selasa (15/11) malam di desa Przewodow, yang terletak dekat dengan perbatasan Ukraina. Pemerintah Polandia menduga rudal itu milik Rusia.

"Untuk saat ini kami tidak memiliki bukti kuat soal siapa yang menembakkan rudal itu. Penyelidikan tengah berlangsung," kata Presiden Polandia Andrzej Duda dilansir AFP pada Rabu (16/11) waktu setempat.

Menurut para pejabat AS itu, rudal itu ditembakkan oleh Kiev saat menghalau serangan rudal Rusia.

Seperti dilansir Associated Press, Rabu (16/11), informasi itu diungkapkan oleh tiga pejabat AS yang tidak bisa disebut identitasnya karena mereka tidak berwenang untuk membahas masalah ini secara terbuka.

"Tiga pejabat AS mengatakan penilaian awal menunjukkan rudal itu ditembakkan oleh pasukan Ukraina terhadap satu rudal Rusia yang datang di tengah salvo yang menghancurkan terhadap infrastruktur listrik Ukraina pada Selasa (15/11)," demikian laporan Associated Press.

(lir/idn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT