Banjir Bandang Terjang Malaysia, Ribuan Orang Mengungsi

ADVERTISEMENT

Banjir Bandang Terjang Malaysia, Ribuan Orang Mengungsi

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 14 Nov 2022 14:33 WIB
Residents wade through floodwaters in Batu Berendam in Malaysias southern coastal state of Malacca on January 3, 2022. (Photo by NAZRULHAD HASHIM / AFP) / The erroneous mention[s] appearing in the metadata of this photo by NAZRULHAD HASHIM has been modified in AFP systems in the following manner: [correcting metadata to read Malacca, Malaysia] instead of [Malacca, India]. Please immediately remove the erroneous mention[s] from all your online services and delete it (them) from your servers. If you have been authorized by AFP to distribute it (them) to third parties, please ensure that the same actions are carried out by them. Failure to promptly comply with these instructions will entail liability on your part for any continued or post notification usage. Therefore we thank you very much for all your attention and prompt action. We are sorry for the inconvenience this notification may cause and remain at your disposal for any further information you may require.
ilustrasi banjir di Malaysia (Foto: AFP/NAZRULHAD HASHIM)
Kuala Lumpur -

Ribuan orang mengungsi ke tempat penampungan sementara setelah banjir bandang menerjang sejumlah negara bagian Malaysia pada akhir pekan. Bencana alam itu memicu kekhawatiran karena terjadi menjelang pemilu parlemen yang dijadwalkan digelar pada 19 November mendatang.

Seperti dilansir AFP, Senin (14/11/2022), Badan Penanggulangan Bencana Nasional Malaysia dalam pernyataannya menyebut enam negara bagian di area semenanjung Malaysia dilanda banjir bandang.

"Sebanyak 2.388 orang mencari perlindungan di sebanyak 25 pusat bantuan," demikian pernyataan Badan Penanggulangan Bencana Nasional Malaysia.

Cuaca buruk yang menyelimuti Malaysia saat musim penghujan tiba memicu kekhawatiran soal jumlah pemilih yang mungkin mendatangi tempat pemungutan suara dan kekhawatiran keamanan saat pemilu parlemen pada akhir pekan nanti.

Kritikan dilontarkan politikus oposisi Malaysia terhadap keputusan Perdana Menteri (PM) Ismail Sabri Yaakob untuk mengumumkan digelarnya pemilu sekitar 10 bulan lebih cepat dari jadwal dan saat kekuatan oposisi sedang dalam kekacauan.

"Perdana Menteri telah menempatkan nyawa para pemilih dalam bahaya dengan menggelar pemilu saat musim penghujan dan, dengan adanya perubahan iklim, saya sangat mengkhawatirkan curah hujan yang lebih tinggi di seluruh wilayah Malaysia," sebut anggota parlemen dari oposisi, Mahfuz Omar, yang mewakili Kedah.

Departemen meteorologi Malaysia memperkirakan badai petir dan hujan terus-menerus akan mengguyur hingga 21 juta pemilih bisa menggunakan hak suaranya pada Sabtu (19/11) mendatang, dengan lebih banyak banjir diperkirakan akan terjadi.

"Saya mengkhawatirkan para pemilih tidak bisa memberikan suara jika rumah-rumah mereka terendam banjir dan ruas jalanan tidak bisa dilalui," ucap Mahfuz kepada AFP.

Simak juga Video: Dusun di Indramayu Terisolir Akibat Sering Dilanda Banjir Rob

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT