Kabut Asap di New Delhi Capai Level Berbahaya!

ADVERTISEMENT

Kabut Asap di New Delhi Capai Level Berbahaya!

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 03 Nov 2022 16:01 WIB
Vehicles drive as heavy fog reduces visibility, in Lahore, Pakistan, Thursday, Dec. 16, 2021. (AP Photo/K.M. Chaudary)
ilustrasi kabut asap (Foto: AP/K.M. Chaudary)
Jakarta -

Kabut asap di New Delhi, ibu kota India, mencapai tingkat "berbahaya" pada hari Kamis (3/11). Ini terjadi ketika asap dari ribuan kebakaran lahan di India utara dikombinasikan dengan polutan lain telah menciptakan siluet abu-abu berbahaya yang menyelimuti kota besar itu.

Dilansir kantor berita AFP, Kamis (3/11/2022), level partikel paling berbahaya - PM2.5, sangat kecil sehingga dapat memasuki aliran darah - adalah 588 per meter kubik pada Kamis pagi waktu setempat, menurut perusahaan pemantau IQAir.

Level itu hampir 40 kali maksimum harian yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). IQAir menilai tingkat polusi secara keseluruhan sebagai "berbahaya".

"Ini benar-benar waktu terburuk untuk keluar di Delhi. Orang tidak bisa bangun dalam keadaan segar dengan polusi ini," kata seorang polisi, Hem Raj (42) kepada AFP.

"Badan terasa lelah dan lesu di pagi hari. Mata selalu berair dan tenggorokan gatal setelah menghabiskan berjam-jam di jalanan Delhi," ujarnya.

"Saya sudah lama berada di sini dan situasinya semakin memburuk. Kami menghabiskan 8 hingga 10 jam di jalan-jalan New Delhi setiap hari dan itu sulit karena polusi menyerang semua orang," kata Brij Lal (54), polisi lainnya.

"Tapi tidak banyak yang bisa kami lakukan tentang situasi ini karena polisi harus turun ke jalan," imbuhnya.

Setiap musim dingin, udara yang lebih sejuk, asap dari para petani yang membakar jerami, dan emisi dari kendaraan dan sumber-sumber lain bergabung untuk menciptakan kabut asap mematikan, yang mengurangi jarak pandang di kota berpenduduk 20 juta orang itu.

Sebelumnya pada tahun 2020, sebuah studi Lancet mengaitkan 1,67 juta kematian dengan polusi udara di India pada 2019, termasuk hampir 17.500 di New Delhi.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT