PM Inggris Akan 'Diinterogasi' Parlemen Usai Batalkan Pemotongan Pajak

ADVERTISEMENT

PM Inggris Akan 'Diinterogasi' Parlemen Usai Batalkan Pemotongan Pajak

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 19 Okt 2022 14:43 WIB
London -

Perdana Menteri (PM) Inggris Liz Truss akan menghadapi pertanyaan para anggota parlemen untuk pertama kalinya sejak mencabut agenda ekonomi pemotongan pajak yang menuai kritikan. Truss yang menjabat sejak awal September lalu, akan menegaskan otoritas politiknya di hadapan parlemen Inggris.

Seperti dilansir AFP, Rabu (19/10/2022), Truss akan menghadapi berbagai pertanyaan tajam dari Partai Konservatif yang dipimpinnya, maupun dari oposisi dalam majelis rendah House of Commons pada Rabu (19/10) waktu setempat.

Kehadiran Truss di hadapan parlemen Inggris itu dilakukan kurang dari 48 jam setelah Menteri Keuangan (Menkeu) baru Jeremy Hunt membatalkan rencana pajak andalan pemerintahan Truss.

Anggaran mini pemerintah Inggris pada 23 September lalu, yang memangkas sejumlah pajak tanpa membatasi pengeluaran, telah memicu lonjakan yield obligasi dan membuat mata uang Inggris, Poundsterling, merosot ke level terendah terhadap dolar Amerika di tengah kekhawatiran meningkatnya utang Inggris.

Pekan lalu, Truss mengambil dua langkah memalukan dengan membatalkan pemotongan pajak yang sudah direncanakan untuk orang-orang kaya dan profit perusahaan, dan memecat sekutu dekatnya, Kwasi Kwartaeng, dari jabatan Menkeu.

Usai menunjuk Hunt sebagai Menkeu baru, Truss menyepakati lebih banyak langkah yang membalikkan rencana kebijakannya, termasuk memangkas semua pemotongan lainnya dan mencabut subsidi harga energi untuk konsumen. Subsidi itu seharusnya berlaku dua tahun, namun kini akan berakhir pada April tahun depan.

Dampak dari langkah-langkahnya itu, Truss telah melihat lima koleganya dari Partai Konservatif yang menyerukan agar dirinya diganti. Namun Truss berjuang untuk tetap bertahan secara politik.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT