2 Warga Palestina Ditembak Mati Militer Israel, Salah Satunya ABG 14 Tahun

ADVERTISEMENT

2 Warga Palestina Ditembak Mati Militer Israel, Salah Satunya ABG 14 Tahun

Isal Mawardi - detikNews
Sabtu, 08 Okt 2022 00:32 WIB
A shot is fired by Canadas Zina Kocher as she competes in the Womens Biathlon 4x6 km Relay at the Laura Cross-Country Ski and Biathlon Center during the Sochi Winter Olympics on February 21, 2014, in Rosa Khutor, near Sochi.  AFP PHOTO / KIRILL KUDRYAVTSEV        (Photo credit should read KIRILL KUDRYAVTSEV/AFP/Getty Images)
Ilustrasi (Foto: AFP)
Tepi Barat -

Dua warga Palestina tewas akibat ditembak di kepala oleh militer Israel. Salah satu korban yang ditembak mati adalah remaja berusia 14 tahun.

Dilansir AFP, Sabtu (8/10/2022), Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan warga yang ditembak adalah remaja berusia 14 tahun. Ia tewas ditembak di Qalqilya, di Tepi Barat utara.

Sementara, warga Palestina lain yang ditembak masih belum terkonfirmasi identitasnya.

Sebelumnya diberitakan, militer Israel menembak mati dua warga Palestina. Mereka mengklaim penembakan itu untuk "menetralisir" dua "tersangka" karena "berusaha melakukan serangan terhadap tentara IDF (militer Israel)".

Insiden penembakan ini terjadi sehari setelah beberapa warga Israel, termasuk satu tentara, terluka dalam serentetan insiden keamanan di Tepi Barat, yang makin meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut.

Militer Israel juga mengatakan telah menangkap 16 orang selama operasi penyerbuan semalam di Tepi Barat.

Sebelumnya pada hari Rabu (28/9) waktu setempat, empat warga Palestina tewas di kota Jenin menyusul serangan di mana Israel mengatakan pihaknya menargetkan "dua tersangka yang terlibat dalam sejumlah serangan penembakan baru-baru ini".

Sejak Maret, Israel telah meluncurkan ratusan operasi di Tepi Barat untuk mengejar para tersangka gerilyawan, yang sering terkonsentrasi di Jenin dan Nablus di dekatnya.

Serangan itu telah memicu bentrokan yang telah menewaskan puluhan warga Palestina, termasuk gerilyawan.

Israel telah menduduki Tepi Barat sejak Perang Enam Hari tahun 1967, tetapi sebagian wilayah tersebut secara nominal dikendalikan oleh Otoritas Palestina, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan dalam Kesepakatan Perdamaian Oslo 1993.

(isa/jbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT