ADVERTISEMENT

Pembela HAM di Belarusia-Rusia-Ukraina Raih Nobel Perdamaian 2022

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 07 Okt 2022 17:39 WIB
Berit Reiss-Andersen, head of the Nobel Committee, announces the winner of this years Peace Prize at the Nobel Institute in Oslo, Norway, Friday, Oct. 7, 2022. This years Nobel Peace Prize has been awarded to jailed Belarus rights activist Ales Bialiatski, the Russian group Memorial and the Ukrainian organization Center for Civil Liberties. (Heiko Junge/NTB Scanpix via AP)
Ketua Komisi Nobel Berit Reiss-Andersen saat mengumumkan peraih Nobel Perdamaian tahun ini (Heiko Junge/NTB Scanpix via AP)
Oslo -

Nobel Perdamaian 2022 diberikan kepada tiga pihak, yakni pembela hak asasi manusia (HAM) asal Belarusia Ales Bialiatski, kelompok Memorial Rusia dan organisasi Pusat Kebebasan Sipil Ukraina, atas kinerja mereka mendokumentasikan kejahatan perang dan pelanggaran HAM.

Seperti dilansir AFP, Jumat (7/10/2022), komisi Nobel Perdamaian juga menyerukan pembebasan Bialiatski yang dipenjara di Belarusia sejak tahun 2021. Ditegaskan juga oleh komisi Nobel Perdamaian bahwa pemberian penghargaan ini tidak ditujukan kepada Presiden Vladimir Putin yang melancarkan invasi ke Ukraina.

"Mereka telah melakukan upaya luar biasa untuk mendokumentasikan kejahatan perang, pelanggaran hak asasi manusia dan penyalahgunaan kekuasaan. Bersama mereka menunjukkan pentingnya masyarakat sipil untuk perdamaian dan demokrasi," jelas Kepala Komisi Nobel Norwefia, Beris Reiss-Andersen, kepada wartawan.

"Penghargaan ini tidak ditujukan kepada Presiden Putin ... kecuali bahwa pemerintahannya ... mewakili pemerintahan otoriter yang menindas para aktivis HAM," sebut Reiss-Andersen.

Tahun lalu, Nobel Perdamaian diberikan kepada para pejuang kebebasan pers, yakni jurnalis Filipina Maria Ressa dan jurnalis Rusia Dmitry Muratov.

Penghargaan Nobel Perdamaian mencakup sebuah medali emas dan hadiah sebesar 10 juta krona Swedia (Rp 13,7 miliar).

Penghargaan itu akan diserahkan dalam seremoni resmi di Oslo pada 10 Desember mendatang, saat peringatan kematian pencetus Nobel, penemu Swedia dan filantropi Alfred Nobel.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT